Paguyuban Seni Budaya Rampak Sekurindo Lestarikan Budaya Silat Tradisional



(SS Banten) Jum’at, 7 Juni 2013 tepatnya pukul 21.00 s.d 23.30 paguyuban sekuriti PT. KIEC Cilegon selenggarakan latian rampak silat yang diiringi kendang petingtung di tempat wisata Krakatau Jungle Park Cilegon. Pada kesempatan tersebut Lili Kusnadi selaku Ketua RAMPAS menjelaskan latian ini dimaksudkan untuk mempersatukan SATPAM PT. KIEC dalam pelestarian silat tradisional sehingga dalam jurus rampak yang diperagakan oleh anggotanya merupakan gabungan dari jurus Bandrong, Terumbu, Cimande dan senam borgol yang dikemas dalam satu jurus kombinasi yang sangat apik jika untuk seni pertunjukan silat tradisional, hal tersebut dikarenakan seluruh anggota Sekurindo adalah warga pribumi Cilegon dan menginginkan beladiri asli yang berasal dari Indonesia khususnya banten agar tidak punah.

[singlepic id=250 w=320 h=240 float=left]Eka Wandoro selaku pelindung paguyuban seni budaya rampak securindo (RAMPAS) menjelaskan "bahwa salah satu tujuan rampas adalah selain ingin melestarikan budaya silat tradisional banten adalah ingin membuktikan kepada dunia luar, terutama para Investor, bahwa Beladiri Asli Indonesia masih ada. Dan inilah saatnya untuk lebih menunjukkan identitas jati diri seni budaya Banten kepada dunia luar".

[singlepic id=249 w=320 h=240 float=left]Latihanpun berlanjut tampak 4 orang anggota memperagakan jurus rampak tersebut dengan kompak dengan satu komando, selesainya rampak saling bergiliran anggota memperagakan kembang kalangan dan di pertengahan kami wakil dari FP2STI turut menyumbangkan jurusnya disambung Bpk. Agus merupakan anggota BINMAS yang merupakan polmas setempat turut menyumbangkan jurusnya menggunakan seragam kebesaran POLRI “sungguh kecintaan yang luar biasa anggota polri memperagakan silat yang merupakan jatidiri Indonesia”.

[singlepic id=251 w=320 h=240 float=left]Malampun semakin larut, acara ditutup dengan peragaan debus oleh Lili Kusnadi dan anggota lainnya dari permainan kebal terhadap almadad, golok, gergaji, dan aksi tutup mata untuk membacok air minum kemasan yang berada di atas kepala salah satu anggotanya dan pas di tebas gelas plastikpun terpental dikenai oleh golok tersebut tanpa mengenai kepala. Setelah latihan selesai sambil duduk santai dan ngopi bareng kamipun nonton bareng film pendekar episode “Silat Bandrong” teman-temanpun sangat antusias melihat film tersebut dan menimbulkan semangat baru akan pentingnya pelestarian silat tradisional. (FP2STI Cilegon)

tulisan Nasrudin An

 



 

Forum Sahabat Silat