Kampung Silat di Cilegon



oleh. Nasrudin Attijani

Dalam rangka melestarikan aliran silat, beberapa praktisi aliran silat bandrong di sebuah kampung di kelurahan Kotabumi yaitu leuweng sawo blok masjid RT.03 /09, berusaha membina anak-anak hingga remaja bahkan dewasa setiap malam minggu dan malam rabu, selain melestarikan budaya Banten yang sudah mengakar secara turun menurun tujuan diadakannya komunitas silat yg berbasis di kampung leuweung sawo ini  bertujuan untuk memupuk masyarakat yang berbudaya dan berakhlak mulia, serta menghindari kenakalan remaja, bahaya narkoba dan ketergantungan pada game smartphone ujar sarbini ketua RT 03.RW 09 Kelurahan Kotabumi.

Dewan guru yang memberikan sumbangsih jurus antara lain kang bahri, kang yumi, kang Ahmad, kang lihan, kang Asep, kang nasrudin, dan kang sanjari yang merupakan praktisi silat dari berbagai peguron di Banten terutama aliran bandrong, tiap guru/pelatih menyumbangkan 2 jurus yang diturunkan pada para remaja dileuweung sawo tersebut agar ada variasi dalam jurusnya dan dalam kurun waktu 4 bulan sejak bulan agustus 2017 menyerap anggota 60 orang dari leuweung sawo dan beberapa anggota dari kampung sekitar serta masih terbuka keanggotaannya bagi masyarakat luar dalam padepokan Bandrong Sakti bukan hanya mengajarkan silat, tapi juga mengajarkan kedisiplinan dan sopan santun dalam pergaulan di cirikan berdoa sebelum dan sesudah latian dan wajib mengaji terlebih dahulu sebelum latian serta bersalaman kepada yang lebih tua ujar pembina Ahmad sobari dan Adnan sekretaris bandrong sakti.

Selain latian jurus kembang dan teknik buahnya rencananya padepokan bandrong sakti akan menggelar latian gembrung menggunakan alat pengiring silat bandrong yaitu petingtung serta latian dengan senjata seperti cabang dan alu yang merupakan senjata ciri khas bandrong untuk pertunjukan ujar usup ketua Bandrong sakti.

20171228-kampung-silat-cilegon-01