Jawara Silahturahim, Pagelaran Budaya Hut RI ke 72, Kelurahan Grogol Utara



Pada hari yang cerah di kawasan Kemandoran Kelurahan Grogol Utara, tanggal 19 Agustus 2017, berlokasi di Halaman Kelurahan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Telah berlangsung acara berjudul Pagelaran Budaya Dalam Peringatan HUT RI ke 72 .

Acara ini diadakan oleh Keluarga Besar Cingkrik Tumbal Pitung Kong Ajud . Acara yang berlangsung dari Jam 9.00 - 22.00 WIBB ini mengadakan "Pagelaran Atraksi Silat" dari Para Tuan-Tuan Guru dan Pimpinan Sanggar.



Pembukaan dilangsungkan pada jam 9.00 WIBB, yang diawali oleh sambutan dari pembawa acara yang menerangkan jadwal acara yang akan berlangsung pada Pagelaran Budaya Dalam Peringatan HUT RI ke 72 ini, khususnya yang berlangsung di Kelurahan Grogol Utara berkat peran aktif Bapak Lurah Jumadi S.STP sebagai Dewan Pembina, dan para generasi muda sekitar. Selanjutnya adalah pertunjukan Pagelaran Atraksi Silat di atas panggung yang sangat memukau.

Bang Fatih Ertanto sebagai Pembina Cingkrik Tumbal Pitung Kong Ajud juga menjelaskan, Mengenai diambilnya tema "Pagelaran Budaya Dalam Peringatan HUT RI ke 72" menampilkan Pagelaran Atraksi Silat di atas panggung. Kebudayaan silat di Betawi ini sudah yang mulai ditinggalkan dalam diri Generasi Muda Betawi ini. "Indonesia ini khan kaya akan banyaknya aliran-aliran silat daerah , khususnya daerah Betawi. Karena itu, Jakarta disebut Betawi ini yang merupakan dari tempo dulu banyak pendatang hingga kebudayaan membaur dari berbagai pelosok daerah mengakibatkan kebudayaan silat di ranah betawi ini mempunyai hampir ratusan aliran pencak silat. Tidak heran apabila terdapat berbagai macam aneka ragam bentuk kebudayaan silat betawi. Bahkan menurut berita yang saya ketahui, Pencak Silat sudah termasuk dari peninggalan warisan budaya yang telah diakui oleh PBB, khususnya UNESCO yang mengurus pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Kebudayaan yang diakui membuat kami bangga sebagai salah satu golongan dari para pelestari silat di ranah betawi ini".

"Walaupun kaya akan budaya Pencak Silat serta warisan budaya Pencak Silat di ranah betawi ini, Namun peminat budaya pencak silat masih tergolong rendah", sesalnya.

"Alhamdulillah para Generasi Muda , para Guru-Guru, Para Sesepuh dan Orang tua sekitar mendukung acara ini", lanjutnya.

"Semakin marak seiring berjalannya waktu dan kemajuan yang makin pesat. Maka tidak heran banyak generasi muda yang mulai meninggalkan kebudayaan sebagai Jati Diri Bangsa karena terpengaruh budaya luar, seperti diskotik, cara berpakaian, dan lain sebagainya", sambil beliau sendiri menampilkan seragam betawi para tamu yang ada di acara tersebut.

Selain kebudayaan Pencak Silat dan adat budaya yang mulai ditinggalkan, budaya Betawi yang terkenal senang bersilahturahim yang bisa menjadi awal pembentukan kata silat, ramah dan sopan dalam bertingkah laku dengan sesama juga sedikit demi sedikit mulai terlupakan. Bahkan, ditinggalkan oleh sebagian besar generasi muda. Kebudayaan tersebut diantaranya adalah senyum dan menyape sesame, gotong royong, dan juga musyawarah. Hal tersebut memang terdengar sangat sederhana tapi sangat berarti dan memiliki makna yang mendalam bagi kita orang - orang Indonesia apalagi bagi generasi muda yang sedikit demi sedikit mulai terpengaruh budaya luar yang tak jarang menyimpang dari norma yang sudah ada di masyarakat.

Babeh Sekeng dengan nama asli Halailah Selasih, sebagai Guru Besar Silat Cingkrik Tumbal Pitung Kong Ajud menambahkan, "Sekarang bukan jamannya Jawara adu jotos maen pukulan, sekarang jamannya Jawara Silat-Silahturahmi, Silat ini untuk silahturahim, budaya "kongkow-kongkow", budaya "senyum menyape sesame" budaya "berbagi", bisa dilihat dalam lingkungan di acara ini".

Indonesia merupakan bangsa yang identik dengan silahturahmi dan keramahan dan murah senyum kepada siapapun. Meski hal ini sudah jarang bahkan tidak terjadi pada semua generasi muda, namun sekarang sudah jarang terlihat di masyarakat khususnya generasi muda penerus bangsa yang melakukan kebiasaan tersebut. Mereka cenderung menonjolkan bahkan memamerkan harta ataupun kekuatan yang mereka miliki dan kurang atau susah berinteraksi dengan sekitar tanpa pandang bulu. Apabila berinteraksi saja sudah susah apalagi mau berbagi senyum. Padahal dengan senyum kita juga bisa menambah keakraban dengan sesama. Dari Silat untuk Silahturahim dan berbagi kasih sayang serta kebahagiaan.

 

Alamat Sekretariat
Cingkrik Tumbal Pitung Kong Ajud
Jl.Kemandoran VIII RT 003/011 No.39
Jakarta Selatan
Telp 083808742090

Jawara Silaturahim