PLN JKTC 7 Membangun Optimisme Melalui Olahraga Pencak Silat



PLN Jakarta Pencak Silat Championship 7 (JKTC7), yang diselenggarakan di GOR POPKI Cibubur Jakarta Timur tanggal 15 - 16 Juli 2017 dibuka dengan atraksi memukau lima pendekar dan sesepuh dari lima aliran silat tradisional Betawi, Sibunder, Cingkrik, Gombel, Beksi dan Golok Seliwa, suatu hal yang jarang terjadi di mana kegiatan olahraga pencak silat mengikutsertakan silat tradisional sebagai pembuka gelanggang. Kejuaraan ini diikuti tak kurang dari 258 tim dengan sekitar 2000 peserta dari berbagai perguruan dan sekolah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Kejuaraan ini merupakan kejuaraan tingkat junior/pemula bagi para pesilat baik usia dini (SD), pra remaja (SMP) dan remaja (SMA) di Jakarta namun antusias peserta luar daerah dan provinsi tak hanya dari daerah sekitar Jakarta namun juga diikuti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, bahkan ada dari Sumatera dan Kalimantan.


Pencak silat sebagai olahraga prestasi sangat membutuhkan banyak event kejuaraan tingkat pemula sebagai pijakan dasar untuk para pesilat muda agar dapat melanjutkan prestasi ke tingkat selanjutnya. Pada kejuaraan seperti JKTC ini banyak menarik minat generasi muda untuk mencoba peruntungannya berlaga dengan lawan yang sebanding dari sisi berat maupun tinggi badannya juga seimbang dari segi kemampuan. Selain itu JKTC adalah salah satu event kejuaraan yang sangat memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan, sejak awal kejuaraan ini hadir hingga ketujuh kalinya, kejuaraan ini dapat dikatakan bersih dari kecelakaan arena dan cedera fatal peserta sehingga orang tua dapat melepas lega anaknya untuk bertanding di kejuaraan pencak silat meski di usia sekolah dasar sekalipun.

Jika model pemassalan olahraga pencak silat prestasi dilakukan dengan apik, baik oleh wadah pencak silat itu sendiri ataupun unsur lain yang berkepentingan (tentunya tak lepas dari dukungan masyarakat dan para pemegang kebijakan) maka yang didapat tak hanya sekadar proses tersaringnya para atlet baru yang penuh kemampuan dan bakat, namun juga kesempatan bersaing perbagai perguruan silat baik yang kecil maupun yang masih tradisional untuk ikut berlaga di olahraga pencak silat masih terbuka lebar. Hal ini akan membuat persaingan dan berkompetisi menjadi merata dan berimbang karena tak ada dominasi perguruan yang mencolok. Para pesertapun akan datang dengan semangat dan optimis karena peluang yang mereka miliki nyaris sama dengan peserta asal Jakarta atau kota-kota besar lainnya yang menjadi barometer pembinaan pencak silat tanah air . Jika syiar ini sampai hingga pelosok, bukan hal mustahil jika pencak silat sebagai olahraga prestasi akan menjadi skala prioritas selain pelestarian budaya.

Langkah bagus dari JKTC yang telah menggunakan sarana teknologi untuk mendukung kegiatannya mulai dari pendaftaran on line hingga penilaian digital. Tahapan selanjutnya adalah mewujudkan gagasan ajang kejuaraan semacam ini dapat dijadikan industri olahraga yang tak hanya melibatkan para atlet, pelatih sponsor dan perguruan, tapi juga segala aspek pendukung lainnya turut serta berkecimpung mulai dari usaha penyedia atribut, peralatan olahraga, sarana dan prasarana olahraga (gym dan fitness center), iklan produk, media elektronik, produk kerajinan silat, pariwisata dan lainnya sehingga pencak silat dalam perkembangannya tak hanya menjadi stimulus bagi kebangkitan olahraga prestasi namun menjadi motor penggerak ekonomi di masyarakat. Akan semakin menarik jika JKTC dapat menyandingkan event kejuaraan pencak silat sebagai olahraga prestasi dengan festival silat secara tradisi. Ini akan menambah gairah perkembangan pencak silat di Jakarta baik sebagai olahraga maupun budaya.

Peran sponsor yang digagas Deputy Mentri BUMN, Edwin Hidayat Abdullah akan turut memberi andil bagi kemajuan pencak silat tanah air. Begitu juga kehadiran Sandiaga Uno sebagai wakil gubernur DKI Jakarta terpilih (periode 2017-2019) dalam acara penutupan PLN JKTC7 yang datang tidak dengan tangan hampa, tapi dengan memberikan hadiah dan kenang-kenangan sepatu olahraga bagi para juara dan pesilat terbaik membawa angin segar bagi para pesilat Jakarta, bahwa kegiatan pencak silat kini tak sekadar mendapat dukungan dari instansi olahraga dan masyarakat silat namun juga telah didukung oleh para pemegang kebijakan di DKI Jakarta untuk melangkah lebih maju dalam pembinaan dan pengembangan pencak silat. Menjadi suatu hal yang menggembirakan di mana pencak silat yang sebagai beladiri asli Indonesia dan tuan rumah di negeri ini melangkah optimis dan mantap dengan berbagai dukungan.

 

(iwan Setiawan pelatih silat olahraga prestasi dari perguruan silat tradisional)

[singlepic id=307 w= h= float=center]

[singlepic id=308 w= h= float=center]

[singlepic id=309 w= h= float=center]

 



 

Forum Sahabat Silat