Ratusan Pendekar Pamer Kekuatan di Pencak 4 Jam Yogyakarta



Dalam rangka melestarikan dan memperkenalkan budaya asli bangsa kepada khalayak luas, Paseduluran Angkringan Silat (PAS) selaku komunitas Pencak Silat di Yogyakarta menyelenggarakan even Pencak 4 Jam.

Momentum yang bersamaan dengan akhir pekan (20/8/2016), dimana titik 0 KM menjadi salah satu tujuan utama muda-mudi maupun keluarga mengisi liburan, menyebabkan Pencak 4 Jam dipadati oleh banyak penonton.

"Acara manggung pencak 4 jam yang bertempat di monumen 1 Maret yang diselenggarakan oleh Paseduluran Angkringan Silat (PAS) Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan Yogyakarta ini dihadiri oleh lebih dari 500 pendekar yang berasal  berbagai perguruan," ujar Arie Passeh salah satu pembawa acara dan anggota PAS.

Acara yang dimulai pukul 15:30 tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Supriyono.

Dalam sambutannya Supriyono menyampaikan bahwa selain sebagai ajang promosi, even Pencak 4 Jam kali ini juga bertujuan untuk mempererat persaudaraan dan silaturrahmi antar perguruan di Yogyakarta.

Selain itu, Supriyono juga mengungkapkan bahwa acara ini merupakan pengganti dari acara tahunan, yakni Pencak Malioboro Festival (PMF) yang mulai saat ini diadakan 2 tahun sekali.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan penampilan menarik dari berbagai perguruan.

Satu persatu secara bergantian masing-masing perguruan menunjukkan atraksi-atraksi dari atas panggung yang memukau para penonton.

Beberapa perguruan yang hadir yaitu Cikalong, Tapak Suci, ASAD, PSHT,PSH Winongo, PSHP, dan banyak lagi.

Belasan pesilat Pagar Nusa juga menunjukkan beberapa atraksi seperti komposisi gerak pencak, koreografi simulasi sabung, maupun pukulan batu bata dikepala yang membuat penonton terperanga.

"Pagar Nusa sudah 3 kali ikut even Pencak Silat yang diselenggarakan oleh PAS ini," ujar Didin, koordinator Pagar Nusa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pernyataan Didin tersebut, senada dengan pernyataan Ari, selaku koordinator latihan Pagar Nusa Sleman. "Sebisa mungkin Pagar Nusa akan mendukung dan turut andil dalam pelestarian Pencak Silat di Yogyakarta ini."

Beberapa pesilat Pagar Nusa yang datang dari luar DIY seperti Klaten dan Kartasura juga menyatakan puas dengan even yang diselenggarakan PAS kali ini. Seperti yang diungkapkan Nurdin selaku anggota Pagar Nusa Juwiring Klaten

"Acaranya bagus, senang bisa hadir di sini," ujarnya.

Acara yang berakhir pukul 20:00 tersebut ditutup dengan alunan musik dangdut dan tembang melayu khas Indonesia

 

sumber: Tribunnews



 

Forum Sahabat Silat