Kampung Silat dan Panahan Daarul Quran



Gerakan Cinta Pencak Silat dan Panahan Pesantren Tahfidz Daarul Quran

Ahad 30 Agustus 2015 bertempat di Pesantren Daarul Quran, Ketapang - Tangerang para pendekar pesilat dari 12 perguruan dan aliran (Beksi Merah Delima Indonesia, Perguruan Silat Tradisional Beksi Pusat, KPS Gerak Paseban, PPS Gerak Saka, Kelatnas Perisadi Diri, PPS Betako Merpati Putih, PPS Cingkrig Gerak Cipta, PPS Gerak Rasa Sanalika, Paguron Maenpo Cikalong Pancer Bumi, Si Bunder Silat Betawi, Silat Betawi Langkah Troktok, Perguruan Silat Golok Seliwa) serta Pemanah berkumpul.

Mereka adalah dari Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI) dan Komunitas Panahan Berkuda Indonesia beradu unjuk kebolehannya baik dalam bela diri silat maupun keahlian memanah ala tradisional depan para santri, orang tua santri dan pengurus pesantren ini.

Selama berlangsungnya atraksi ini para santri dibuat kagum karena hal ini merupakan moment langka yang tak pernah mereka saksikan. Gerakan Cinta Pencak Silat dan Panahan ini diselenggarakan kedua komunitas tersebut sebagai wujud pengembangan ide ustadz Yusuf Mansur yang menginginkan dibuatnya Kampung Silat dan Panahan Daarul Quran untuk para santri di Pesantren Tahfidz Daarul Quran, yang nantinya diharapkan para lulusan santri tak hanya menjadi hafidz Al Quran tapi juga ahli dalam bela diri juga memanah, karena beladiri adalah kebutuhan dalam dakwah dan memanah merupakan sunnah Rasul. "Calon penerus generasi muda yang tangguh akan lahir di sini..." ujar mas Agung sebagai Ketua Tim Pengembangan Kampung Silat Panahan Daarul Quran. "ke depan kita juga akan mencetak atlet tangguh silat dan panahan, sebesar semangat dan cita-cita besar ustadz Yusuf Mansur dalam memajukan bangsa, ke depan kami akan mengikutkan para santri di berbagai event kejuaraan dan mengevaluasi setiap kegiatan. Bila perlu kami akan mengadakan kejuaraan di tempat ini.

Dalam kesempatan itu hadir pula Mayjen (Purn) H. Eddie M Nalapraya yang merupakan Bapak Pencak Silat Dunia dan Presiden Persilat Eropa George Frederic dari Belanda. "Salah satu syarat belajar silat adalah berahlak baik, jika pencak silat masuk ke pesantren maka perguruan silat tidak perlu lagi bersusah payah. Karena santri telah memiliki persyaratan tersebut. Tertatanya ahlak merupakan modal dari ketahanan nasional," kata Eddie M Nalapraya.

Terbentuknya Kampung Silat dan Panahan Darul Quran diharapkan menjadi salah satu model dan barometer pengembangan pencak silat dan panahan di pesantren maupun masjid se-Indonesia, semoga hal ini dapat terwujud dengan baik.

 

Gerakan Cinta Pencak Silat dan Panahan Pesantren Tahfidz Daarul Quran