Jadi Sesepuh Silat, Menteri Anies: Saya Deg-Degan



Komunitas perguruan pencak silat, yang tergabung dalam wadah Paseduluran Angkringan Silat wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, menobatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sebagai tokoh Pembina bidang pencak silat Indonesia.

Penobatan yang dilakukan dalam acara Pra-Jambore Pencak Nusantara di Pasar Ngasem Yogyakarta, Sabtu, 14 Februari 2015 itu disaksikan ratusan pesilat serta kerabat Keraton Yogyakarta, yang juga Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Hario, Hadiwinoto.

Menteri Anies pun mendapatkan sebuah blangkon dan samir (medali) yang dikalungkan dengan tulisan 'Pembina'.

"Saya deg-degan," ujar Anies usai penobatan yang diwarnai atraksi silat gabungan perguruan itu.

Ketua Pelaksana Paseduluran Angkringan Silat Yogyakarta, Ludyarto, menuturkan ini kali pertama pencak silat menobatkan menteri sebagai tokoh atau sesepuh dalam komunitas silat.

"Karena kepada Menteri Anies kami berharap silat bisa makin terangkat sebagai tradisi bangsa," kata Ludyarto. Misalnya, dengan mendorong silat masuk dalam kurikulum.

"Belum pernah menteri sebelumnya datang ke acara festival silat. Jadi memang baru ini punya tokoh pembina di tingkat nasional," kata Ludyarto.

Meskipun penobatan untuk Anies sifatnya kesepakatan dalam komunitas, atau tanpa dasar hukum formal tertentu.

"Kami hanya berharap dengan peran Kementerian Pendidikan, silat sebagai tradisi ikut maju."

Acara Pra-Jambore Pencak Nusantara itu menjadi rangkaian acara utama jambore silat nasional yang dihelat di Yogya 28 hingga 31 Mei 2015 mendatang.

Jambore ini merupakan metamorfosis dari festival tahunan pencak silat yang rutin digelar di Kota Yogyakarta sejak tiga tahun terakhir dengan nama Pencak Malioboro Festival.

Kepada Tempo, Yossy Poerdiono selaku pengurus Tangtungan Project-komunitas yang berfokus pada perkembangan pencak silat- menutukan jambore ini untuk wadah lebih luas mengakomodasi silaturahmi perguruan dan aliran silat di Indonesia.

Sebab di Indonesia terdapat sekitar 600 aliran pencak silat. Namun, dari jumlah itu, tak sampai sepuluh persen yang tercatat di Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia.

sumber: tempo.co