Pelantikan Pengurus DPP Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia





Polres-serang, Sabtu (13/4) sekitar kurang lebih 3000 orang memadati alun – alun barat kota serang yang terdiri dari berbagai perguruan pencak silat se-banten  dalam rangka menghadiri pelantikan DPP Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia, dengan tema yang diusung “Aktualisasi Perguruan Pencak Silat Bandrong Dalam Membangun Idealisme Mengembangkan Silaturahim, Memberdayakan Ummat Guna Melestarikan Nilai – Nilai Seni Dan Budaya.

Ketua panitia Pelaksana kegiatan tersebut Sdr. Ahmad Faroji Jauhari S.Ag., M.Pd menerangkan bahwa Maksud diadakan Acara tersebut adalah :

  1. bertujuan untuk mengukuhkan dan mengesahkan Dewan Pimpinan Pusat Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten – Indonesia, sehingga secara de facto dan de jure keberadaannya sah secara hukum keorganisasian pada umumnya

  2. Menunjukan kepada masyarakat luas bahwa perguruan Bandrong masih tetap eksis berkiprah ditengah – tengah masyarakat, khususnya banten dan negara Indonesia pada umumnya.

  3. Membangkitkan kembali rasa penghormatan dan penghargaan akan nili – nilai leluhur Banten yang tetap harus dilestarikan

  4. Mengembalikan kembali khittah  perguruan Bandrong sebagai Alat perjuangan menegakan kebenaran dan menghentikan kebathilan.

  5. Menjadikan Wadah pengkaderan untuk menciptakan masyarakat yang militan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kedaulatan  Republik Indonesia dalam NKRI.

  6. Membangun silaturahmi, dan mengembangkan kemitraan dalam melaksanakan program pembangunan nasional.

  7. Menyusun dan merumuskan program kerja pusat, sekaligus menciptakan mekanisme kerja organisasi yang terarah, terencana dan berkesinambungan.


Ketua Umum DPP Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia, H. Syafrudin Syafe’i mengatakan, pelantikan pengurus DPP tersebut sekaligus akan dimanfaatkan silaturahim akbar para pesilat bandrong di seluruh Indonesia. Diharapkan, silaturahim akbar itu melahirkan gagasan dan terobosan baru tentang “meng-Indonesia-kan bandrong”.

Dewasa ini, kata H. Syafrudin, silat yang lahir di Bojonegara Kabupaten Serang itu telah tersebar di 12 provinsi di Indoensia. Antara lain, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan, dan Banten.


ref:





 

Forum Sahabat Silat