Sastrawan dan Penulis Akan Adili Sejarah Nusantara



Pertemuan itu bertajuk "Borobudur Writers dan Cultural Festival 2012".

Dalam kurun lima tahun terakhir di dunia sastra tanah air banyak bermunculan prosa berupa novel-novel bertema silat dan sejarah nusantara. Novel-novel itu umumnya diciptakan oleh pengarang-pengarang baru yang selama ini belum dikenal publik.

Dengan menggunakan latar belakang sejarah kerajaan Mataram, Majapahit, Sriwijaya dan Pajajaran, para novelis itu berusaha menghidupkan tokoh utama bahkan tokoh-tokoh baru untuk memperkuat daya tarik karya-karya.

Berangkat dari keprihatinan akan sejarah yang masih banyak belum dikupas, para sastrawan dan penulis akan melakukan sebuah pertemuan bertajuk "Borobudur Writers dan Cultural Festival 2012"

"Kami bersama yang akan datang besok, akan mengadili sejarah. Semua akan kami kupas dengan mempertemukan para penulis novel dan sejarah," ujar sastrawan Arswendo Atmowiloto kepada VIVAlife, ditemui di kawasan Menteng, Sabtu 6 oktober 2012.

Festival tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 29 sampai 31 Oktober di Komplek Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang. Tema yang akan diusung adalah Musyawarah Akbar Novelis Silat dan Sejarah Nusantara.
"Lebih dari 100 penulis novel silat dan novel yang berlatar belakang sejarah nusantara akan hadir, mengadakan kegiatan pertama kalinya ini tanpa sponsor," ujar Yoke Darmawan selaku penyelenggara acara.

Narasumber yang akan hadir yaitu Arswendo Atmowiloto (penulis Senopati Pamungkas), Seno Gumiro Ajidarma (penulis Nagabumi), Prof. Agus Aris Munandar (arkeolog, penulis buku biografi Gajah Mada), Fendi Siregar (fotografer, penapak tilas rute Centhini), Prof. Dr. Mudji Sutrisno SJ (pengajar studi budaya di Pasca Sarjana UI). Acara ini dimoderatori Seno Joko Suyono (wartawan budaya senior).

"Musyawarah agung ini akan mengadili sejarah. Sebab, di dalam seni akhir-akhir ini banyak muncul kekerasan yang justru lebih keras dari kekerasan itu sendiri. Ibarat luka itu dikorek-korek sampai keluar darah dan nanah lagi," ujar Arswendo.

sumber : vivanews