Tari Pentjak Silat (Betawi Style)



bang zul sabeniTari Pencak Silat tergolong baru berkembang lama di Betawi. Sebab selama ini para pelaku silat Betawi lebih mementingkan segi “isi” ketimbang “kembangan” silat. Akan tetapi tarian ini bergunan untuk membangkitkan gairah anak muda untuk belajar pencak silat. Dengan sendirinya tari pencak silat berisi gerak-gerak silat denga berbagai aliran atau gaya yang diikuti masing-masing penari.

Berbeda dengan tari pencak silat di Pasundan yang diiringi gendang pencak, tari silat Betawi diiringi gambang kromon, rebana biang, dan sebagainya. Ada pula pencak seperti kelompok Putra Betawi pimpinan Utama di Kayu manis dan Mamat di Cirendeu. Akan tetapi instrument gendang pencak pada tari silat Betawi hanya sebagai pembawa irama saja. Sementara di Pasundan di samping sebagai pembawa irama gendang pencak juga memberikan aksentuasi pada gerakan-gerakan tari.

Pada 1979 Pemda DKI Jakarta dan Lembaga Kesenian Betawi pernah mengadakan festival tari silat Betawi Juara I adalah aliran Sabeni pimpinan Mohammad ali Sabeni dari Tanah ABang dengan pengiring orkes samrah; Juara II Sinar Kwitang pimpinan Asmat dari Kwitang dengan pengiring gambang kromong; Juara III Putra Betawi pimpinan Utama dari Kayu manis dengan pengiring gendang pencak Betawi.

 

eng:

Pencak silat dance can be categorized as developing and have not too long in Batavianese’s culture. These years, Silat performers are thinking more of the content not the growth of Silat itself. But this dance is to stimulate youngster to learn more about Pencak silat. Of course the movement of pencak silat dance contains silat motions along with various genre or style known by the performer. Differ from Pencak Silat dance in Pasundan which is complemented with Gendang Pencak, Batavianese’s  Silat is complemented by Gambang Kromong, Rebana Biang and the others. Some were also complement it with Gendang Pencak like Putra Batavianese group led by Utama in Kayu Manis and Mamat in Cirendeu. While in Pasundan, other than as the rhytim maker, Gendang Pencak also bring accentuation on the dance movement.

In 1979, the Government of Jakarta and the Institute of Batavienese Culture held Batavienese Silat Dance Festival.  The 1st winner is Sabeni Style led by Mohammad Ali from Tanah Abang with the complement of Samrah Orchestra; 2nd winner is Sinar Kwitang led by Asmat from Kwitang with the complement of Gambang Kromong; 3rd winner is Putra Batavienese led by Utama from Kayu Manis with complement of Batavinese’s Gendang Pencak.

 

 

sumber:
note  T Aditya Kurniawan

 

bang zul sabeni



 

Forum Sahabat Silat