Karambit/Kerambit/Kurambik Indonesia Punya



Kerambit Indonesia Punya

karambit minangKerambit lahir di negeri ini. Itu artinya Kerambit adalah salah satu senjata warisan budaya. Namun sayang jenis senjata ini kurang begitu populer di kalangan kita sendiri. Ironisnya jutru di luar negeri senjata ini malah cukup dikenal, seperti di Malaysia, Philipina, bahkan di Amerika sekalipun. Bahkan US marshal menjadikan Kerambit sebagai salah satu alat wajib yang harus dibawa setiap personilnya.

Di luar negeri nama nama seperti Steve Tarani atau Ray Dionaldo cukup dikenal di kalangan penggemar beladiri sebagai orang yang mahir memainkan senjata ini. Bahkan Ray Dionaldo mendapat julukan The King of Kerambit.

Di Indonesia? Saya bisa paham jika anda kurang menggenalnya. Sangat jarang para pendekar silat yang mau mengajarkan tehnik bermain Kerambit. Sangat jarang pula para pendekar silat yang mendemostrasikan kemampuannya di depan khalayak. Hal ini bisa dipahami, karena Kerambit sendiri sebenarnya masuk dalam kategori senjata rahasia. Dan guru silat yang menguasainya tidak sembarangan mau menurunkan ilmunya, kecuali kepada murid yang benar benar dipercaya. Dan jika ia tidak mendapatkan murid yang dipercaya ini, maka ilmu Kerambit pun dibawanya mati.



Beberapa perguruan memang akhirnya bersedia membuka tehnik bermain Kerambit ini, khususnya silat silat aliran Jawa Barat. Dari sinilah ilmu Kerambit kemudian berkembang di luar. Para expatriat kemudian mengenalkan tehnik Kerambit ini di luar negeri dan bisa menjadi populer disana.

Kita mungkin bangga karena salah satu warisan budaya kita bisa dikenal di manca negara. Namun mungkin juga miris, kenapa justru berkembangnya disana. Mari kita bersama mengkajinya.

Senjatanya Kaum Tani Jawa

Karambit atau Kerambit adalah pisau genggam kecil, pisau melengkung dari Asia Tenggara, khususnya kepulauan Asia tenggara. Berdasarkan sejarah tertulis, Kerambit telah mulai digunakan dari daerah Jawa. Menurut cerita rakyat, terinspirasi oleh cakar kucing besar. Seperti senjata sebagian besar kawasan melayu, pada awalnya merupakan alat pertanian dirancang untuk menyapu akar, mengumpulkan batang padi dan alat pengirikan padi. Dirancang seperti itu menjadi lebih melengkung untuk memaksimalkan potensi pemotongan. Karambit akhirnya tersebar melalui jaringan perdagangan Indonesia hingga ke  negara-negara tetangga, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina dan Thailand.

Di Jawa Kerambit digunakan sebagai senjata simpanan kaum tani agraria, Kerambit tidak dipakai oleh kesatria (kelas prajurit) yang dilatih di keraton atau istana. Jadi Kerambit adalah senjata rakyat biasa.

Buku sejarah di Eropa mengatakan bahwa tentara di Malaysia dan Indonesia dipersenjatai dengan keris di pinggang dan tombak di tangan mereka, sedangkan Kerambit itu digunakan sebagai upaya terakhir ketika senjata lain hilang dalam pertempuran. Meskipun demikian, akhirnya populer di kalangan wanita yang akan mengikat senjata ke rambut mereka untuk digunakan dalam membela diri. Bahkan saat ini, guru silat menganggapnya sebagai senjata feminin. Para prajurit Bugis Sulawesi terkenal untuk keahlian mereka dalam memakai Kerambit. Saat ini Kerambit adalah salah satu senjata utama silat dan umumnya digunakan dalam seni beladiri.

 

Senjata Genggam Khas Minangkabau

Menurut Tambo Minangkabau, Kerambit merupakan jenis senjata asli Minangkabau Sumatera Barat, termasuk senjata khas andalan yang sangat berbahaya. Dalam aksen Minangkabau disebut “kurambik”. Pada masa dahulu, permainan senjata Kerambit di Minangkabau hanya diwarisi oleh para Datuk atau kalangan Raja, tidak sembarang orang menguasai permainan yang dianggap rahasia dan hanya untuk kalangan tertentu saja.

Dalam klasifikasi senjata genggam paling berbahaya, Kerambit sebagai senjata mematikan menempati urutan kedua setelah pistol. Sabetan senjata Kerambit bila mengenai tubuh lawan, dari luar memang tampak seperti luka sayatan kecil, namun pada bagian dalam tubuh bisa menimbulkan akibat yang sangat fatal karena urat-urat putus. Dan apabila mengenai perut, maka usus terpotong atau tercabik-cabik didalam.

Disamping menjadi senjata khas Minangkabau, permainan senjata Kerambit juga berkembang di Madiun Jawa Timur yang dalam aksen Jawa disebut dengan nama “kerambik”. Permainan senjata ini diajarkan oleh Ki Ngabei Surodiwiryo dalam permainan pencak silat Setia Hati (SH), yang didapatnya dari Gurunya yang bernama Datuk Rajo Batuah di Kampung Ampang Padang. Dan Datuk Rajo Batuah tersebut merupakan murid dari para Panglima Minangkabau yang disebut Harimau Nan Salapan. Di Madiun, permainan senjata Kerambit ini menjadi senjata khas pencak silat Setia Hati.

 Filosofi


  1. Sepasang Kerambit bila dimainkan, menggambarkan seekor kerbau yang menjadi lambang suku bangsa Minangkabau. Hal ini mengisyaratkan jati diri seorang satria atau pendekar Minangkabau yang sebenarnya.

  2. Sepasang Kerambit bila disatukan, menggambarkan perlambang hati. Dan barangsiapa yang setia kepada hati sanubarinya atau dapat merasakan sumber dari rasa yang selalu menghadap kepada Tuhan, niscaya ia akan selamat lahir bathinnya dan sampai kepada tujuannya. Artinya mengandung nilai ketaqwaan. Namun, jika ingkar atau menyimpang dari hati sanubarinya, maka ia akan celaka karena perbuatannya itu. Hal ini digambarkan dari senjata Kerambit yang tajam sisi luar maupun sisi dalamnya, dari luar mampu melindungi ancaman dan dari dalam juga dapat memberi kontrol diri karena jika menyimpang akan menjadi senjata makan tuan. Dengan demikian untuk meraih kemenangan atau tujuan, maka dalam memainkan senjata Kerambit juga harus berpedoman pada hukumnya yakni menjalankan “langkah” dalam “jurus” yang benar, tidak asal melangkah dalam memainkan suatu jurus. Sebab langkah dalam jurus merupakan sebuah hukum dalam pencak silat. Jika menyimpang atau melanggar dari hukum itu, maka akan memperoleh akibat hukumnya atau tergelincir karenanya. Dalam pencak silat, ini apa yang dimaksud sebagai rohnya pencak silat itu sendiri.

  3. Dalam memainkan langkah Kerambit, Kerambit muncul dari sisi atau samping perut, tersembunyi disamping iga atau rusuk. Hal ini mengandung maksud:



  • Kerambit ibarat tulang iga (bentuknya melengkung), mengingatkan kepada riwayat seorang wanita, sehingga wajib hukumnya untuk menempatkan wanita pada kedudukan yang terhormat mengingat kedudukannya sebagai seorang ibu. Dalam sistem adat Minangkabau, wanita memperoleh kedudukan yang sangat tinggi (matrilineal).

  • Kerambit ibarat tulang rusuk, memperlihatkan bahwa organ-organ tubuh bagian dalam manusia terlindungi oleh rusuk yang dapat membentuk tubuh manusia memiliki alat pertahanan yang kokoh dan kuat. Jika tidak ada tulang rusuk, maka badan menjadi lemah. Rusuk berfungsi melindungi ancaman dari luar dan ancaman dari dalam agar organ bagian dalam tidak mudah keluar dari badan. Dibalik rusuk juga bersemayam hati atau sumber rasa.


Dapat disimpulkan bahwa sebenarnya senjata Kerambit itu adalah senjata yang berasal dari dalam tubuh manusia. Maka dalam pencak silat Minangkabau atau pencak silat Setia Hati (disingkat SH) merupakan satu kesatuan sistem yang tak dapat dipisahkan. Senjata yang ampuh adalah senjata yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Seperti yang digambarkan pada binatang kerbau yang memiliki tanduk yang kuat dan harimau yang memiliki kuku yang tajam, senjatanya binatang juga berasal dari dalam dirinya sendiri.

Senjata Silat Harimau

Untuk pesilat Harimau senjata andalan adalah Kurambik ini, yang diambil dari model kuku atau taring harimau.

Berdasarkan penuturan Guru Besar Silat Harimau bapak Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam. Menurut Datuk Edwel, di Tanah Datar Minangkabau Kerambit itu sangat sangat rahasia ilmunya.

Dahulu dipakai oleh pasukan harimau dengan Spesialisasi Silent Killing – Special Force untuk membunuh dan menculik. Bentuk melengkungnya juga leluasa dipakai untuk mencongkel kunci pintu.

Pewaris ilmu Kerambit ini harus dari kalangan keluarga. Keponakan-keponakan yang menjadi tanggung jawab para ninikmamak sudah dipantau jauh-jauh hari. Jikalau dipandang tidak ada yang bisa mewarisi, maka ilmu itu lebih baik dibawa mati.

Pembuatan Kerambit sangat personalized. Kenapa? Karena Kerambit selain sebagai alat membunuh juga sebagai identitas. Jikalau Kerambit digunakan (biasanya hanya pertarungan antar pendekar) dan musuhnya mati, maka bagian tajam harus dibiarkan menancap di tubuh korban. Sang pendekar harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, entah secara adat atau secara hukum. Bilah tajam disambungkan dengan Hilt menggunakan penguncian yang unik, dan ring index juga sangat personal. Dua hal ini yg akan membuktikan bahwa Kerambit adalah sah milik si pendekar.

Dibuat dengan besi tempa dengan campuran tujuh logam dan bagian yang tajam atau tengah dalam besi diberi Besi babajo (baja keras) philosofi tujuh logam dahulunya untuk melumpuhkan orang yang memiliki ilmu kebal, dengan tujuh logam biasanya akan tembus. (Japuik japuik tabao semba semba putuih,tibo dikulik cabiak tibo diurek putuih tibo ditulang patah, minuman angkau darah makanan engkau daging ,mauik manyapuik angkau)

Keberadaan Kerambit di Dunia

Kerambit adalah asli Sumatera, selain wilayah Indonesia karena penyebaran budaya, Asia Tenggara juga berhak mengklaim ini sebagai senjata tradisional mereka.

Dalam dunia barat terutama Amerika, Kerambit merupakan satu senjata favorit yang dikembangkan oleh beberapa perguruan. Steve Tarani mempunyai Basic Kerambit dari Silat Sunda, sedangkan Sayoc Kali mempuyai Basic Kerambit dari FMA (Filipino Martial Arts), dalam Silat Melayu Kerambit terkenal di kenalkan ke dunia oleh Silat Gayong.

Di Indonesia sendiri Kerambit di pakai oleh Silat Sumatera seperti Silat Harimau/Silek Harimau dengan sebutan Kurambik.

Untuk Karambit asal Sumatera, catatan tertua yang di temukan adalah penggunaan karambit yang ditulis pada Asian Journal British, July – Dec 1827.

Tahun 1960?an Daeger keliling Indonesia untuk melakukan pencatatan tentang senjata tajam dan pencak silat di Indonesia yang sampai sekarang dijadikan rujukan informasi mengenai senjata tajam dan pencak silat oleh banyak orang.

Berbagai nama Kerambit

Di beberapa daerah Jawa Timur ada satu bentukan pisau (biasanya digunakan untuk keperluan rumah tangga dan pertanian) yang dipakai untuk menyerut bambu yang digunakan untuk dijadikan kipas, atau sebagai pengulit kelapa, kelapa ada bahasa Jawa disebut kerambil, dan senjata ini fungsi awalnya untuk itu.

Kerambit juga memiliki istilah lain yaitu “korambit atau kerambui”. Selain itu dikenal juga dengan “KURAMBI” atau “KURAMBIK” dalam bahasa Minang, “KARAMBET” dalam bahasa Aceh dan Aceh juga punya karambit jenis sendiri yang berbeda. Di jambi dan Sumatera Tengah ada yg nyebutnya “RAMBAI”, “KUDI”. Sedikit Melayu disebut Lawi Ayam, Kuku Ayam. Diantara semua nama panggilan untuk sejenis senjata dengan Dua sisi tajam dan melengkung baik yg memiliki ring atau tidak lebih banyak digunakan “KARAMBIT” lantaran referensi yang ada menyebut kata itu.

Kelebihan Karambit

Kelebihan dari Kerambit adalah:

  • Bentuknyah kecil dan mudah disembunyikan

  • Sulit untuk di disarmed atau dilucuti dalam pertarungan

  • Jarak bisa berubah tanpa ada gerakan footwork atau merubah langkah

  • Bisa untuk dua serangan dalam satu gerakan tangan

  • Lebih membuat robekan besar untuk gerakan-gerakan tarikan

  • Serangan cepat dengan pegangan standart secara pukulan jab


 

Jenis Karambit

Meski secara umum bentuk Kerambit adalah sama yaitu melengkung (curve) dan memiliki lobang dibagian pegangannya, namun dalam perkembangannya Kerambit memiliki beberapa bentuk. Dari bilah tajamnya terbagai menjadi dua yaitu tajam tunggal (single edge) dan tajam ganda (double edges). Sedangkan di Indonesia sendiri, Kerambit ada dua yaitu Kerambit Jawa Barat dan Kerambit Padang. Kerambit Jawa Barat biasanya memiliki lengkungan yang membulat, sedangkan Kerambit Padang memiliki lengkungan siku.

  • Kerambit kuku bima: Jawa barat

  • Kerambit kuku Hanuman: Jawa Barat

  • Kerambit kuku harimau: Sumatra, Jawa Barat dan Madura

  • Kerambit Sumbawa: Pulau Sumba

  • Kerambit Lombok: Lombok

  • Lawi ayam: Cakar ayam dari Padang


 

sumber: primadonal