Aom Tur'at : Sang Perintis Pencak Silat di Tatar Galuh Ciamis



Mama guru cumarios, ‘Naha lain kuring geus nyaritakeun pamaksudan ka anjeun’, sarta karuhun baheula ogé geus nyarita, yén éta para utusan anu satia satuhu seja unjukkan ka Gusti Alloh

RADEN AOM TUR'AT
Salah satu aliran pencak silat (maénpo) yang asli dari Tatar Galuh Ciamis adalah Aliran AOM TUR’AT. Menurut tuturan dari para muridnya, AOM TUR’AT berasal dari kota Bandung. Ia lahir pada tahun 1878, kemudian pada tahun 1935 ia berkelana ke Tatar Galuh Ciamis untuk menyebarkan seni bela diri tradisional yang diciptakannya. Pertama kali ia mengembangkan ajarannya di daerah Cijantung Ciamis, karena ia menikah dengan seorang gadis Cijantung. Namun beberapa tahun kemudian istrinya meninggal dunia.

Setahun setelah Indonesia Merdeka (1946), ia menikah lagi dengan seorang janda dari kampung Cikatomas Desa Handapherang Ciamis, yang bernama Nyi Arsitem (yang acapkali dipanggil Nyi Itong). Dari daerah Handapherang inilah, ia terus mengembangkan ajaran pencak silatnya, bahkan menyebar ke berbagai daerah, seperti daerah Cidewa Dewasari, Janggala Cidolog, Cimaragas, Karangampel Baregbeg, dan Ciparigi Sukadana Ciamis.

Pada waktu itu istilah pencak silat disebut dengan maénpo (maén usik nu tara méré témpo). AOM TUR’AT mengatakan bahwa pencak silat (maénpo) itu ada tiga pengertian, yakni 1) usik (gerakan), 2) karep (kemauan/niat yang kuat), 3) rasa (dorongan batin). Adapun gerakan jurus-jurus AOM TUR’AT merupakan gabungan dari berbagai guru yang telah teruji kemahirannya. Untuk mendapatkan kesempurnaan ilmunya, ia berguru ke sepuluh orang guru, yang salah satunya ia pernah belajar silat Cikalong ciptaan Juragan Haji Ibrahim atau Raden Djajaperbata. Dari kesepuluh guru yang ia pelajari, lalu diambil intisarinya yang telah ia uji kehebatan gerakannya, dan ia gabungkan menjadi gerakan silat tersendiri yang dinamakan Pencak Silat (Maénpo) Aliran AOM TUR’AT, yang terdiri dari :


  • 30 Gerakan Jurus Dasar

  • 11 Gerakan Lapisan (Gerakan gabungan dari jurus dasar)

  • 5 Gerakan Pecahan (Gerakan gabungan dari jurus dasar dan lapisan yang diiringi gerak langkah kaki/mecah)

  • Kaedah (Isi dari gerakan jurus dasar, lapisan dan pecahan)

  • Jurus Bedog (diambil dari gerakan pecahan)

  • Usik (gerak reflek)

  • Akal (gerak rasa).


Selanjutnya dalam gerakan pencak silat ini mengandung gerakan néwak (menangkap, miceun (membuang); neunggeul (memukul); ngelés/nyingcet (menghindar), dan ngalumpuhkeun (melumpuhkan lawan). Ketiga bentuk gerakan tersebut secara filosofis berarti kita harus mampu menangkap nafsu jahat yang datang pada diri yang seterusnya harus segera dibuang, namun apabila nafsu terus berkobar maka harus dipatahkan dengan cara memukulnya, dan apabila membahayakan pada diri maka harus segera dilumpuhkan.

AOM TUR’AT terkenal sebagai orang yang taat menjalankan ajaran agama, dan dekat dengan guru-guru ngaji di madrasah. Sehingga setiap akan mengajarkan silat kepada murid-muridnya, ia selalu berpesan untuk tidak meninggalkan shalat wajib yang lima waktu dan mengajarkan agar senantiasa menjaga hubungan tali silaturrahim. Sehingga falsafahnya, ”Ngaliwatan silat sing ngetol sholat, jeung ulah pegat silaturrahim.” Dalam hal ini, jurus hanya boleh digunakan untuk menjaga diri bukan untuk menyombongkan diri.

Pada waktu itu, warna seragama yang dipakai untuk latihan, AOM TUR’AT menyarankan untuk memakai pakaian putih, dengan ikat pinggang berwarna kuning. Dari sini dapat kita pahami bahwa warna putih merupakan lambang kesucian dan kebersihan lahir batin, sedangkan warna kuning perlambang keagungan, kewibawaan dan persahabatan.

AOM TUR'AT yang mahir juga berbahasa Belanda ini wafat pada jaman revolusi bertepatan dengan Agresi Militer Belanda ke II yang terjadi pada tahun 1949 dalam usia 71 tahun. Ketika wafatnya tidak seperti halnya kebanyakan orang pada umumnya, ia wafat secara tiba-tiba dan langsung lenyap (sunda: silem). Sehingga pada waktu itu, masyarakat pun tersentak kaget. Sebelum wafat ia memang mengalami sakit, namun sakitnya pun tidak seperti kita berbaring di tempat tidur. Ketika sakit, ia masih sempat jalan-jalan ke sana ke mari tanpa pakai baju, sehingga orang-orang pun keheranan sambil bergumam (ting kecewis). Maka sampai saat ini, kuburannya pun tidak ada yang tahu di mana sebenarnya dia meninggal, karena ia lenyap tanpa ada yang mengetahuinya.

Murid-murid AOM TUR'AT yang terkenal adalah:
1) Wikatma (Bah Emo) dari Handapherang
2) Fachrudin (ayahanda Empud Saepudin) dari Handapherang
3) Abas Masduki dari Janggala
4) Den Emod dari Cimaragas.

Adapun murid-muridnya yang lain di antaranya: H. Hasan (Mantan Kepala Desa Handapherang), Achmad Djalaludin (Kepala Desa Handapherang pada saat itu = Ayahanda Kang Hasbi), Ijazi (anak dari Ny Arsitem sebelum nikah dengan Aom Tur’at), Sasmita, Sukinta, Suwanta, Ahmad, H. Tahya, Tahyudin, Sayubi, Samsudin, Muchtar, Al Hapi, Atmaja, Jajuli, Ahyar, Lomri, Madrofi, Ojo, Wanta, Jae/Sasmita, Hambali, Sukaeri, Fahroji dan Djuhana.

AOM TUR'AT berpesan pada murid-muridnya dengan kalimat: ”Kudu hormat ka saluhureun, nyaah ka sahandapeun, deudeuh ka sasama”. Ini adalah bagian dari gerak rasa, karena itu beliau berkata, “rasa sajeroning rasa” (bagian rasa mesti diterima oleh rasa). Jangan malah sebaliknya, ”resep maledog kanu gedé, nalipak kanu leutik, resep pasea”. Sehingga jika ada yang sedang latihan pencak silat dalam kondisi penuh dengan nafsu amarah, beliau acap kali berkata, ”beu lapur” (tidak ada manfaatnya –belajar silat). Dalam hal ini ketika menghadapi lawan, kata beliau, kuncinya adalah: ”Ulah hayang menang, ulah sieun éléh, babakuna kedah teger, kumpulkeun dina manah; kantun nengetan usikna jalmi” (Jangan ingin menang, jangan takut kalah, tapi harus konsentrasi yang dipusatkan di hati, perhatikan gerak langkahnya orang lain).

Selain itu, dalam belajar usik (gerak jurus dengan rasa) harus memiliki tiga kontrol utama, yaitu :
1. Kedah tiasa ngosongkeun émutan sareng minuhan émutan (gembleng kana hiji hal). Maksudnya kita harus mampu mengosongkan pikiran dan mengisinya pikiran itu untuk fokus pada satu hal/tujuan.
2. Kedah bedas, hartosna bedas nyaéta sanés tanaga namung manah kedah teguh, kedah tiasa merangan nafsu anu awon. Artinya hati harus teguh, dan harus mampu memerangi hawa nafsu yang jelek.
3. Kedah ikhlas, hartosna manah kedah suci, margi kedah tiasa ningali batin salira ku anjeun, sareng kedah nyaksi ku manah kana kaagungan Gusti anu Maha Suci. Maksudnya, harus ikhlas, dalam arti hati harus suci, sebab harus bisa melihat diri dengan batin kita sendiri, serta harus meyakini akan keagungan Allah Yang Maha Suci.

Dalam masalah peralatan pencak silat pun memiliki makna tersendiri, yakni :
a. Kendang indung, artinya bahwa fungsi sang bunda (indung) merupakan wujud yang mesti menjadi patokan yang dapat menuntut jalan hidup kita (nu nungtun jalan hirup urang saréréa) dalam menjalankan derap langkah kehidupan.
b. Kendang anak, artinya anak mesti tunduk kepada tuntunan ibundanya (indung).
c. Kuluwung (kula suwung) jeung kulitna, artinya bahwa diri kita sudah semestinya banyak diingatkan oleh diri kita sendiri sebelum diingatkan oleh orang lain.
d. Sora Goong (gung... gung… gung...), artinya dalam setiap langkah kita senantiasa menyuarakan pujian kepada Allah Yang Maha Agung.
e. Sora Tarompet, artinya ajakan untuk senantiasa serempak untuk giat bekerja (ngehempak-hempak nitah prak gawé).

Sebagai kata penutup, sudah semestinya siapa saja yang akan mempelajari gerakan pencak silat aliran AOM TUR’AT memahami 11 (sebelas) hal, sebagaimana amanat dari penggagasnya, yakni:
1. Kedah ngabdi ka Alloh
2. Hidmah ka Ibu rama
3. Ta’at ka pamaréntah salagi aya dina jalan bener
4. Ta’at kana kawajiban diajar
5. Sopan santun
6. Silih ma’afkeun
7. Silih wasiatan dina jalan kasaéan
8. Silih tulungan
9. Ngaberesihkeun laku tina mipit teu amit ngala teu ménta
10. Ngaberesihkeun tékad
11. Jihadun-nafsi (ngendalikeun nafsu).

Mari kita lestarikan pencak silat di Tatar Sunda yang mengandung nilai-nilai spiritual dan budaya luhur. Melalui khazanah budaya luhur pencak silat itu sendiri, maka akan terwujud hakikat dan tingkatan tertinggi ilmu silat yakni silaturrahim.

Salam silaturrahim ka sadayana!

sumber:facebook group silat tradisional