Pelatihan Beladiri Praktis bagi Buruh Migran Indonesia di Hongkong & Macau



Ajad dan Iwan beserta DD di HongkongAtas kerjasama Forum Pencinta & Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI) dengan Dompet Dhuafa Republika, pada tanggal 9 Juli 2011 sampai dengan 18 Juli 2011 telah dilaksanakan Pelatihan Beladiri Praktis bagi para Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hongkong & Macau.

Pelatihan pertama dilakukan di Hongkong selama 10 hari bertempat di Victoria Park & Stanley Beach. Untuk Pelatihan Utama di Victoria Park pada tanggal 9 Juli 2011 peserta berjumlah 250 orang sedangkan pelatihan lainnya dikhususkan bagi kader pesilat di Hongkong yang berjumlah 20 orang dan berlatih selama 10 hari ( 9-16 Juli 2011).



Pada Pelatihan Utama di Victoria Park pada tanggal 9 Juli 2011, ada juga pelatih (saudara Imran Muryanto) dan murid-muridnya dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Mereka turut berperan dalam menyampaikan materi pencak silat kepada para BMI.

Sedangkan pelatihan bagi kader pesilat di Hongkong, diberikan kepada BMI yang berada di Shelter milik Dompet Dhuafa Hongkong. Diharapkan melalui pelatihan secara intensif selama 10 hari, mereka dapat menularkan pengetahuannya kepada BMI Hongkong lainnya.

Pelatihan yang diberikan adalah kaidah dasar beladiri pencak silat yang dibuat simple dan aplikatif bagi peserta pelatihan. Pelatih yang mewakili Forum Pencinta & Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI) berasal dari Paguron Maenpo Cikalong Pancerbumi yaitu saudara Achmad Sudrajad dan Iwan Setiawan.

Pelatihan yang menekankan pada konsep simple, fun, & edukatif telah membawa peserta untuk lebih mudah menerima materi mengenai pembelaan diri dan arti pencak silat itu sendiri. Para pelatih menekankan bahwa beladiri yang baik harus dapat dilakukan oleh setiap orang, baik pria, wanita, anak-anak, tua, muda atau siapapun. Selain itu beladiri tersebut harus dapat diterapkan/diaplikasikan dalam bentuk pertarungan yang ada, seperti berdiri (standing fighting), pertarungan jarak dekat (clinch), duduk, dan posisi bawah/tiduran (ground fighting).

Khusus untuk beladiri bagi perempuan, mereka harus mengenal kekuatan dan kelemahan yang ada pada mereka untuk mempertahankan diri mereka dalam melakukan pembelaan diri. Dengan mengetahui potensi diri, potensi bahaya, dan pengetahuan beladiri, diharapkan mereka mampu menghadapi atau meminimalisir kejahatan yang mungkin menimpa mereka.

Selama di Hongkong, para pelatih setiap hari berinteraksi dengan para BMI disana. Dengan mengetahui kehidupan dan permasalahan yang dihadapi mereka, kami berharap dapat memberikan pelajaran yang dapat bermanfaat bagi mereka. Melihat senyum & semangat belajar yang terpancar di wajah mereka merupakan kebahagian bagi kami berdua.

Alhamdulillah…., umumnya peserta pelatihan merasa senang dengan materi yang diberikan karena tidak sesulit yang mereka bayangkan. Dalam proses pembelajaran, para pelatih berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga materi dapat diterima dengan baik.

Pelatihan terakhir diberikan pada tanggal 17 Juli 2011 bagi BMI di Macau. Peserta berjumlah 48 orang yang rata-rata wanita, hanya ada satu peserta pria yang merupakan BMI dan pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Seperti metode pelatihan yang telah diberikan di Hongkong, para peserta pelatihan pun merasa senang atas materi yang diajarkan karena mudah dipahami dan aplikatif.

Harapan para BMI di Hongkong dan Macau, kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan sebaiknya dilakukan kerjasama dengan pihak terkait agar pelatihan beladiri praktis dapat diberikan sebelum para BMI/TKI Indonesia berangkat ke luar negeri.

Akhirnya saya ucapkan terima kasih atas BMI Hongkong & Macau atas partisipasinnya, keluarga besar Dompet Dhuafa Hongkong & MATIM MACAU atas segala kebaikan yang telah diberikan, & FP2STI atas amanat yang telah diberikan.

 

ACHMAD SUDRAJAD
Maenpo Cikalong Instructor


 

sumber : facebook Achmad Sudrajad