Nasehat Silat oleh seorang Guru...



muhammadridho1 tahun telah berlalu ketika aku dan saudara2ku berkumpul disebuah rumah mungil yang penuh dengan kasih sayang dan senyuman. Walaupun terkadang ada sesuatu hal yang terjadi dirumah itu yang mebuat aku  terisak tangis n sakit hati namun itulah rumah penuh pelajaran dan hikmah bagi ku sehingga aku masih bisa menjalani hidup penuh semangat n senyuman seprti saat ini.

Suatu ketika aku dan saudara2ku berkumpul disuatu malam, dimana aku dan saudaraku belajar ilmu silat. Disana yang menjadi guru bagi aku dan saudara2ku adalah bapak ku sendiri. Dia telah lama menjadi seorang guru silat n mempunyai banyak murid. Dia juga telah banyak mengajarkan aku akan arti hidup ini yang sesungguhnya.

Pada malam itu Guru/Bapak kembali mengatakan kepada kami yang sering dia ungkapkan ketika kami berkumpul bersama. Dia mengatakan “Menjadi orang yang tangguh dan tidak takut pada siapapun bukan segalanya tapi berjiwa mulia itu yang Utama”. Perkataan itu selalu terngiang di telinga ku hingga membekas dalam hati.

Untuk apa kalian belajar n berlatih jika hati dan mental kalian jelek, percuma. Silat bukan tempat orang yang berhati busuk n merasa sok jagoan. Karena Bapak gk perlu itu dan tak ingin itu ada pada diri kalian.

Kalian belajar dan berlatih langkah, pukul, tendang, banting buat apa??? Buat jadi jagoan?? Silat bukan buat itu tapi bagaimana kalian bisa memahami dan melaksanakan falsafah dari  silat itu sendiri. Lebih dari itu, tujuan akhirnya adalah bermental baja dan berhati mulia. Dengan falsafah n filosofi silat ini kalian bisa belajar untuk membersihkan hati dari karat2 yang masih menempel. Ingat “ Silat yang Bapak ajarkan ini adalah silat yang tidak memiliki jurus tapi bagaimana kita bisa menciptakannya sendiri dengan belajar dasar yaitu langkah yang kuat dan kokoh…

Intinya bagaimana  kita bisa menjadi manusia2 yang senantiasa berpikir dan mengambil sikap yang tepat dalam waktu yang genting sekalipun. Seperti falsafat adat kita “ Alam takambang jadi Guru” segala sesuatunya bisa kita jadikan guru…”

Setidaknya perkataan itulah yang masih terngiang olehku sampai saat ini..

Sahabat, semoga catatan kecil ku ini bisa memberi manfaat bagi yang mebacanya terutama diriku sendiri…

sumber: facebook Muhammad Ridho

pandekacupak


Muhammad Ridho




 

Forum Sahabat Silat