Diskusi Bulanan: Koreografi Dalam Demonstrasi Silat



 

Jakarta, Sabtu, 26 Maret 2011
Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisi Indonesia (FP2STI) mengadakan kegiatan diskusi bulanan yang bertema :
"Koreografi Dalam Demonstrasi Silat"

Walau dengan banyak hal yang terbatas, tapi banyak hal yang bisa dijadikan sebagai masukan.

Session 1 dibuka oleh Mas Bama dari acara TV Pendekar Trans7

Dari sesi ini, beliau menyampaikan juga bagaiamana sulitnya menampilkan silat-silat tradisional kedalam media layar kaca yang memiliki dimensi yang kecil.
Gerakan-gerakan yang sederhana, dan apa adanya seringkali sulit terekam, bahkan tak jarang si peraga yang justru kelelahan karena beberapa kali pengulangan adegan, atau justru karena terluka oleh gerakan itu sendiri.
Yahh.. seperti kita ketahui, di beberapa silat tradisional di Indonesia, walau memiliki gerakan yang apa adanya, tetapi justru membahayakan..
Demikian juga, jika diulang, esensi dari gerakan seringkali berbeda-beda, walau sepintas bentuk 'gerakannya' adalah sama.

Di sini diskusi sangat seru,
yang tadinya semestinya memberikan arahan bagaimana dalam berinteraksi di dalam kamera TV,
tetapi justru malah dari Tim Pendekar seolah diserang dengan pertanyaan yang bertubi-tubi mengenai liputannya (maaf ya buat pendekar).
Dari moderasi segera sigap mengarahkan kembali materi diskusi agar sesuai jalurnya.
Dimaklumi, dengan time-sheet yang pendek, dan budget terbatas, seringkali hasil tayangan tidak seperti yang diharapkan.
Dalam hal ini terbagi dua, diharapkan oleh pemirsa umum, dan pemirsa yang pesilat.

Penulis tidak ingat siapa audience yang bicara, tapi yang bersangkutan memberikan masukan agar dalam liputan nantinya,
gerakan-gerakan detil lebih diperbanyak, karena di banyak hal, hal ini justru yang menjadikan keistimewaan di masing-masing aliran/perguruan.
Walau dari sisi produksi, akan banyak cost yang digunakan untuk mengambil adegan ini, baik dari pengulangan gerakan dan jumlah kamera yang digunakan.

Acara dihentikan sejenak untuk Ishoma,
sekalian sepertinya ada juga yang menyempatkan diri untuk berfoto-foto.
Canda gurau terdengar menghiasi suasana saat menikmati hidangan Nasi Timbel yang disediakan oleh Pak Eddy Nalapraya yang dikirim langsung dari kediaman beliau di Cipanas.

[singlepic id=60 w=160 h=120 float=left]14:00,  Sesion II disampaikan oleh Bang Syamsul
tema "Silat Seni dan Seni Silat"
melihat penampilan silat dari sisi theatre.

Diawali dengan paparan video demonstrasi Silat Perisai Diri pada saat acara Perisai Diri International Championship VI – 2010 (PDIC).
Luar biasa koreografi yang ditampikan, dibumbui dengan gerakan2 khas sesuai dengan jurus dan asal daerah yang ditampilkan.

walau sebenarnya, karena kesan materinya berbeda --menurut versi penulis-- penampilan video ini mestinya dipisahkan dari sesi bang Syamsul.

Materi dari Bang Syamsul dengan tema "Silat Seni dan Seni Silat" ini sungguh luar biasa.
tak segan beliau maju ke tengah audience menunjukkan beberapa teknik theater yang bisa digunakan.
Penampilan yang baik tidak hanya melulu dari kostum yang megah, soundsystem yang menggelegar,
tapi bisa dimulai dari hal yang sederhana, seperti misal cara masuk ke panggung, cara salam saat membuka gerakan, dan cara menutup setiap sesi gerakan.
Mimik dan ekspresi sangat berpengaruh dalam setiap penampilan.

Terima kasih kami sampaikan untuk seluruh pihak yang membantu terlaksananya kegiatan ini,
baik yang secara personal maupun institusi

tulisan ini merupakan hasil penangkapan penulis dalam mengikuti acara ini,
jika ada perbedaan pemahaman, adalah merupakan hal sewajarnya.

acara ini turut disponsori oleh:
Dompet Duafa Al-azhar.

Acara ini diselenggarakan bukan dengan maksud agar semua perguruan menyenikan/mengindahkan gerakan2 mereka,
mengingat ada beberapa aliran/perguruan memiliki gerakan yang memang demikian apa adana.
Tetapi setidaknya bisa dijadikan acuan tambahanan bagaimana tata cara dalam berinteraksi di panggung,
baik panggung untuk kegiatan live, mauapun di film atau tv.

 

koleksi foto bisa dijumpai di facebook beberapa rekan, atau bisa ke facebook Bang Taufan

[singlepic id=61 w=320 h=240 float=center]

.