Sejarah dan perkembangan Permaenan Silat Ki Atu



Permaenan silat Ki Atu berasal dari daerah Cawang Kampung Asem (dahulu Cawang dan Kampung Asem masih jadi satu). Berdasarkan tutur sejarah silat ini berasal dari seorang pendekar wanita yang bernama Ne’ Reme, yang kemudian diturunkan kepada satu-satu nya murid beliau yaitu Ki Atu atau yang biasa juga dipanggil Ence Tua Atu.

Ki Atu adalah seorang musafir yang singgah dan kemudian menetap di Kampung Asem. Karena Ki Atu yang kemudian memperkenalkan silat dari Ne’ Reme, maka silat ini kemudian menjadi terkenal sebagai Maenan Ki Atu (Silat Ki Atu).

Silat Ki Atu menjadi makin terkenal setelah para sesepuh silat ini turut mengembangkan nya di sekitar Cawang Kampung Asem hingga ke Cililitan, Tanah Manisan, Kebon Nanas, Cawang Kavling, dll nya.

Sesepuh silat Ki atu di Tanah Manisan-Kebon Nanas yaitu Mandor Jeli (Kong Jeli) mempunyai murid Ustadz Asmuni (Bang Muni) mengembangkan silat ini di Cawang Kavling, Kebon Nanas dan Tanah Manisan.

Di daerah Halim sesepuh silat ini adalah Ki Kontong yang menurunkan ilmu nya kepada :


  1. Mandor Jaman dan Mandor Balok > Halim Gang Jengki

  2. Bang Sanip dan Mandor Salam > Cawang Bendungan dan Cililitan . Nama Ki Kontong kemudian diabadikan menjadi nama jalan di Cawang-Cililitan (gang Mesjid Bendungan) oleh kedua murid nya tersebut.


Salah satu murid Ki Atu yang terkenal adalah Ustad Nasan (ustad Koncen) dari Kampung Asem dan Cawang. Salah satu murid ust Nasan adalah Bang Ali yang saat ini menjadi sesepuh dan Guru besar Perguruan Macan Belang Jitu.

Perguruan ini mengajarkan silat dari dua aliran yaitu Maenan Ki Jerimin dan Ki Atu, oleh karena itu disingkat menjadi JITU. Beberapa jurus nya antara lain :

  1. Ki Atu : Seliwa

  2. Ki Jerimin : Sekilap

  3. Bandul atau letter S

  4. Rompes


(sumber : tulisan  tangan Bang Yadi (guru senior) untuk  penulis, 15 Desember 2011. ejaan dan bahasa disesuaikan)

ref: rasyid-aj.com

Video Perform bisa dilihat di: Video Silat dot Com.