Kejuaraan Dunia Silat Jadi Tolak Ukur SEA Games



Sebanyak 425 pesilat dari 30 negara tampil pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2010 yang dimulai hari ini hingga 17 Desember mendatang di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Bagi Indonesia, ajang ini menjadi tolak ukur sebelum tampil di SEA Games tahun depan.

"Kita ingin mengembalikan supremasi pencak silat di Indonesia. Kita mengembangkan di luar negeri, tapi tidak boleh kembangkan di dalam negeri dari usia kecil hingga menjadi atlet nasional. Tahun depan di Sea Games harus jadi juara umum," kata Menteri Pemuda Olahraga, Andi Malarangeng, seusai acara pembukaan di Jakarta, Ahad (12/12).



"Terima kasih pada kontingen yang sudah hadir. Seharusnya 32 negara, tapi Mozambique dan Nepal mendapat kesulitan datang ke Indonesia. Kita maklumi karena negara-negara tersebut tengah mengalami masalah politik," kata Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI), Prabowo Subianto, pada acara pembukaan.

Selain dari Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Brunei, negara-negara dari benua lain juga berpartisipasi pada even ini, yaitu Prancis, Amerika Serikat, Afrika Selatan.

Indonesia yang menerjunkan 29 pesilat menargetkan juara umum di depan publiknya sendiri. Namun, mantan Pangkostrad tersebut tetap meminta kejuaraan tetap berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas. "Semoga di sini akan tercipta aksi-aksi bela diri terbaik di dunia," kata dia.

Edy M Nalapraya, Presiden Persilat, mengatakan, pada kejuaraan kali ini penilaiannya sudah menggunakan sistem komputerisasi. Sehingga masyarakat yang menyaksikan pertandingan dapat melihat secara langsung komputersisasi.

Kejuaraan Dunia Pencak Silat yang ke-16 ini mempertandingkan 23 kelas. Untuk putra, dipertandingkan 11 kelas mulai A (45-50 kilogram) dan I (85-90 kilogram). Sedangkan untuk putri dipertandingkan enam kelas dari kelas A sampai kelas F (70-75 kilogram). Selain itu juga digelar nomor seni atau kerapihan teknik tunggal, ganda, serta beregu putra dan putri.

sumber: republika