Juara Nasional Diikutkan Tingkat Dunia



Majalengka, Pelita
Antusias masyarakat untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga meningkat pesat. Sehingga lembaga ini diharapkan benar-benar dapat memfasilitasi, membina dan melakukan langkah-langkah strategis menuju pembangunan keolahragaan dari Kabupaten Majalengka yang lebih terfokus, terarah maju dan berkembang.

Demikian disampaikan Bupati Majalengka H Sutrisno pada pencanangan program Bela diri Budaya Masyarakat (BBM), di alun-alun Majalengka, Jumat (19/11). Menurutnya, BBM bermaksud mengarahkan masyarakat agar berolahraga dengan memilih beladiri pencak silat, untuk membangun ketahanan jangka panjang sambil memperkokoh nilai-nilai budaya masyarakat, seiring dengan dibentuknya Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar)

Tujuan dari BBM, kata Bupati Sutrisno yaitu pembinaan kegiatan olahraga bagi seluruh masyarakat Jawa Barat khususnya di Kabupaten Majalengka dengan menjadikan pencak silat sebagai salah satu olahraga yang dilakukan dengan harapan dapat dilestarikan sebagai warisan budaya bangsa.

Kegiatan ini sangat bagus dijadikan motivasi dalam rangka menghidupkan kembagi menggali dan memelihara olahraga. Pencak silat memiliki makna mendalam karena menyimpan nilai-nilai kegigihan dan komitmen pada setiap gerakannya, kata Sutrisno.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Drs H Rieswan Graha MMPd mengatakan, kegiatan BBM ini selain bertujuan membudayakan warisan leluhur bangsa juga mengembangkan perkumpulan-perkumpulan pencak silat yang dikelola berdasarkan azas berkesinambungan yang bertumpu pada potensi lokal khususnya olahraga beladiri di Kabupaten Majalengka.

Peserta BBM terdiri dari beberapa perguruan-perguruan pencak silat di Kabupaten Majalengka sebanyak 250 peserta sedangkan pendanaan berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2010.

Rieswan mengatakan, bahwa di Kabupaten Majalengka terdapat 20 orang atlit dan 1 pelatih yang mengikuti kegiatan nasional di Jepara, Jawa Tengah dan ji ka menang akan mengikuti even bela diri tingkat dunia.

Acara diakhiri dengan beberapa kolosal pencak silat dari perguruan-perguruan di Kabupaten Majalengka, yaitu perguruan pencak silat Pajajaran Indonesia, perguruan pencak silat Persinas ASAD, perguruan pencak silat Ciung Wanara, perguruan pencak silat Merah Putih, perguruan pencak silat Garuda Putih dan terakhir penampilan kolosal pencak silat dari siswa-siswi SD Negeri 9 dan SD Negeri Panyingkiran I dan II.

Acara dihadiri Bupati Sutrisno, Sekretaris Daerah Drs H Ade Rachmat Ali MSi, Perwakilan Kadisorda Jawa Barat, serta tamu undangan.(ck-69)

sumber: harian pelita