Pencak Silat kok Dikira Kungfu



Pencak Silat kok Dikira Kungfu


BAGI Anda, tatkala tengah berada di luar negeri apa yang membuat Anda merasa tersinggung? Tentu saja jika simbol negara diejek habis, atau ada warga negara kita yang mendapat perlakuan kurang manusiawi, atau mungkin hak milik bangsa yang tiba-tiba saja dianggap jadi milik bangsa lain, dan budaya kita dicaplok sebagai bagian dari Negara lain.

Nah, bagian terakhir itu pula yang seringkali tidak sengaja bisa kita temukan. Begitu pun dengan saya, saat berada dalam bagian tim pencak silat Indonesia yang tengah mengikuti Musanda Festival di kota Pretoria, Afrika Selatan, sebagai bagian dari pesta pembukaan Piala Dunia 2010.

Musanda Festival sendiri adalah semacam karnaval yang diikuti 200 tim, dan Indonesia menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari Asia. Tentu saja sebuah penghargaan luar biasa, mengingat Indonesia tidak termasuk dalam timnas yang lolos putaran Piala Dunia 2010, yang sudah dimulai malam tadi.

Festival ini mengambil jarak sekitar 5 kilometer, start di Museum Seni Pretoria di Wessel Street dan finis di Burgers Park. Indonesia tampil sangat unik dibanding peserta lain.

Para anggota tim pencak silat Indonesia memakai ciri khas Nusantara, yakni celana putih dan baju merah plus beberapa di antara mereka mengenakan kopiah ala Minangkabau yang didesain khusus untuk aliran pencak silat dari Johannesburg tersebut.

Seperti anggota tim lain, saya begitu menikmati semua yang kami lakukan bersama. Begitu bendera start dikibarkan Walikota Pretoria, Dr Gwen Ramagopa, kami pun dengan percaya diri melangkah.

Setiap langkah kami adalah atraksi untuk mereka yang tentu saja sangat unik melihat apa yang kami tampilkan. Tak lupa, setiap langkah kami, juga adalah memperkenalkan apa sesungguhnya pencak silat itu. Sayang, sepertinya pencak silat tidak begitu dikenal warga Afrika Selatan.

Bayangkan saja, saat saya berbincang dengan masyarakat yang menyemut sepanjang jalan, ketika atraksi pencak silat diperagakan anak-anak Indonesia penuh semangat dan menyedot perhatian, justru mereka tak tahu darimana pencak silat itu berasal.

Bukan karena tidak mengenal bendera yang berada di bagian depan, melainkan minimnya pertandingan dan sosialisasi di sekitar kota Pretoria, dan warga Afrika Selatan pada umumnya tentang asal muasal Pencak Silat.

Walhasil, saya beberapa kali harus menahan nafas, kalau boleh dibilang sedikit tersinggung saat mereka tidak mengenal pencak silat berasal dari Indonesia.

"Anda dari Cina bukan?Dan itu (Pencak Silat) yang namanya kungfu ya?atau itu dari Malaysia?," Komentar itulah yang selalu saya dengar setiap kali berbincang dengan para penonton. Bagi mereka, atraksi pencak silat dianggap sebagai bagian dari ilmu beladiri ala Kung Fu.

sumber: tribunnews