Silat Kumango Merambah Daratan Eropa



Van Den Boom warga negara Belanda yang telah mengambangkan ilmu bela diri silat kumango ke manacanegara dengan mendirikan perguruan kumango di Belanda, dan memasukkan data informasi tentang sejarah dan perkembangan Kumango di Internet, kini kembali ke Batusangkar menambah dan memantapkan ilmu silat yang telah diperoleh.

Setelah masuk Agama Islam 15 tahun yang lalu Van Den Boom murid setia Lazuardi Malin Marajo (Ar Malin), Guru Besar Perguruan Silat Kumango (Persikum) ini mengubah nama panggilannya dengan nama yang Islami yaitu Muhammad Abdul Latif, kini ia mempunyai sebanyak 40 orang mirid yang berasal dari berbagai negara.

Kedatangan Abdul Latif ke Batusangkar selain untuk menjalin silaturrahmi dengan guru besar dan kawan seperguruannya, Abdul Latif yang beristrikan urang awak ini ingin lagi memperdalam ilmu silat yang pernah dituntutnya selama 3 tahun di perguruan Kumango dibawah asuhan Lazuwardi Malin Marajo untuk dikembangkan di negara Kincir Angin sebagai suatu perbuatan amal baginya, sesuai falsafah dari silat Kumango yaitu ?Lahia mancari kawan dan Bathin mancari amal? katanya dengan bahasa Minang.

Menurut keterangan Abdul Latif yang didampingi pimpinan Persikum, Lazuardi dan Koreografer Sanggar Limpapeh, Lesmandri salah seorang Murid Persikum yang cukup berhasil dalam bidang seni Tari, minggu kemaren mengatakan bela diri Silat Kumango yang dikembangkan di Nederland itu dilaksanakan sesuai dengan yang diamanahkan dan dipelajari di Persikum, jadi tidak merubah sendi-sendi dari Silat Kumango itu sesuai dengan yang diamanahkan guru, ungkapnya.

Abdul Latif, Konsultan pada bidang Air minum berbadan tegar ini meskipun pernah mempelajari beberapa silat beladiri di negeri Cina akan tetapi yang cocok baginya adalah silat Kumango yang setiap gerak dan langkah bersendikan kepada ajaran agama Islam disana terdapat kelemahlembutan dan kasih sayang, ungkapnya.

Dikemukakan bahwa di Belanda diperguruannya itu terdapat sekitar 40 orang murid yang belajar silat aliran Komango, mereka terdiri dari berbagai latar belakang agama, budaya dan Negara. Abdul Latif bisa mendirikan perguruan silat dan menjadi guuru silat di Belanda setela mendapatkan sertifikat sebagai guru dari Pengda IPSI Sumbar yang di ketuai oleh M.Shadiq Pasdigoe, yang kini menjadi Bupati Tanah Datar.

Sementara itu pimpinan Persikum dan Guru Gadang silek Kumango, Lazuardi Malin Marajo yang populer dipanggil abak Ar Malin mengemukakan bahwa Musid Persekum yang satu ini punya pendirian yang teguh untuk membesarkan silat Kumango dengan berlatih dan memperdalam ilmu silat dan agama lalu mendidikan perguruan di Belanda yang muridnya terdiri dari berbagai bangsa, budaya dan agama.

Silat Kumango ini, kata Ar Malin boleh dikembangkan kemana saja, asal tidak menyimpang dari ketentuan dan tujuannya, Silat Kumango berorientasi kepada ajaran Agama Islam, dimana silat ini bertujuan untuk mencari kawan, untuk kesehatan badan, menguatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Sumber :www.tanahdatar.go.id

www.silatindonesia.com


Related Tags :