Presiden Mengajak Pemimpin Menyontoh Karakter Pendekar



Presiden Mengajak Pemimpin Menyontoh Karakter Pendekar
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak para pemimpin bisa mencontoh sikap, karakter, dan teladan yang ada dalam diri pendekar silat, yaitu berkepribadian baik, percaya diri, menolong yang lemah, membela kebenaran dan keadilan, serta ulet dan pantang menyerah.

Saya mengajak terutama diri saya sendiri serta para pemimpin untuk mencontoh karakter, nilai, dan perilaku seorang pendekar, kata Presiden ketika menerima gelar kehormatan Pendekar Utama dari Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Senin malam.

Sejauh ini, PB IPSI telah memberikan gelar serupa kepada mantan presiden Soeharto saat masih memimpin sebagai Presiden RI.

Pemberian gelar tersebut untuk tahun-tahun berikutnya akan dilembagakan dan diberikan kepada para pemimpin bangsa.

Pemberian gelar kehormatan kepada Yudhoyono itu ditandai dengan prosesi penyerahan keris sebagai simbol pendekar utama oleh Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto.

Saya ingin mencontoh memahami dan meneladani falsafah karakter dan bagaimana perilaku para pendekar silat di Tanah Air, kata Presiden.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, bela diri pencak silat adalah seni untuk membela diri, bukan untuk menyerang (agresi), tetapi kalau kedaulatan dan keutuhan negara terancam maka harus membela diri sebagaimana falsafah yang ada di pencak silat.

Pencak silat adalah seni bela diri dan olahraga yang halus serta memiliki nilai seni.

Pencak silat menganut filosofi soft and hard power Apabila mendapat ancaman kita harus tetap menggunakan soft power, dengan berusaha mengelak dan menangkis. Tetapi apabila masih terus terancam maka silat akan berubah menjadi kekuatan yang hardpower dengan melakukan penyerangan dan tetap berprinsip mempertahankan diri, katanya.

Pencak silat memadukan softpower dan hardpower secara bijak dan cepat, apalagi untuk membela kehormatan bangsa dan negara, kata Yudhoyono dalam pidato tanpa teks dengan penuh semangat.

Sementara itu Prabowo Subianto dalam sambutannya mengatakan, Presiden adalah wakil dari bangsa dan wakil dari budaya, sehingga sudah sepatutnya menerima gelar kehormatan sebagai Pendekar Utama.

Pendekar, kata mantan Panglima Kostrad TNI-AD itu, bermakna bahwa yang menyandang gelar tersebut adalah seorang yang menjadi panutan, teladan, dengan jiwa dan sikap kepemimpinan yang dapat membawa kesejahteraan, perdamaian, dan kemajuan bagi bangsa.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu seperti Menhub Hatta Rajasa, Menpora Adhyaksa Dault, Mendagri M Ma'ruf, Menperin Andung Nitimihardja, dan Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno, serta sejumlah dubes negara sahabat, dan perwakilan asosiasi pencak silat dari negara lain. (W-6)

Last modified: 2/8/05

www.silatindonesia.com


sumber SUARA PEMBARUAN DAILY


Related Tags :