Pencak Silat Nasional ASAD - JATENG






Saturday, August 13, 2005 00:00:21
Drs H Bambang S Upoyo MSi terpilih sebagai ketua umum
Pengda Perguruan Silat Nasional (Persinas) Asad Jateng masa bakti 2005-2010, menggantikan Kombes (Purn) Drs HM Iskandar. Dalam musda yang berlangsung di Balai Kota Semarang, Sabtu-Minggu (18-19/6) kemarin, Bambang terpilih secara aklamasi. Musda diikuti 139 peserta, terdiri atas 60 pengurus pengda, 35 pengcab, dan sisanya dewan pembina plus utusan PB Persinas.

Persinas Asad adalah Pencak Silat kolaborasi dari berbagai aliran ilmu silat mulai dari cikaret, cimande, kuntau, syahbandar, tapak suci, dan garuda emas.

Ketua Umum PB Persinas, Brigjen (Purn) TNI Ir H Agus Sunarso M.Eng MM di sela-sela musda mengatakan, Persinas harus terus mengembangkan diri, memasyarakatkan olahraga pencak silat di kalangan generasi muda, karena ada indikasi cabang olahraga khas Indonesia itu mulai ditinggalkan anak-anak muda. Selain itu, dominasi Indonesia di cabang pencak silat dalam kurun lima tahun terakhir juga mulai digeser oleh negara lain, terutama Vietnam.

Ini tantangan bagi kita semua. Banyak kelebihan yang dimiliki oleh pencak silat jika kita bisa mengelolanya dengan baik, kata Agus Sunarso. Agus juga menilai, Pengda Jateng merupakan salah satu yang terbaik dalam pengembangan Persinas Asad. Sebab, menurutnya, hanya dalam tempo sekitar lima tahun sudah memiliki 35 cabang dengan anggota lebih dari 50.000 atlet.

Perkembangan Asad di Jateng bagus, tapi harus terus ditingkatkan agar semakin baik, tambah dosen Lemhanas yang juga Wakil Ketua Harian Yayasan Kejuangan Panglima Besar Jendral Soedirman itu.

Sekretaris IPSI Jateng, Indra Jaya ketika membuka musda mengatakan, Persinas agar berusaha melebarkan sayapnya hingga ke desa-desa agar silat bisa benar-benar mengakar.

Jika kita memiliki banyak atlet, potensi berkembang ke depan tentu lebih baik, katanya.

Sementara ketua terpilih, Bambang S Upoyo menegaskan pihaknya akan lebih mengintensifkan program latihan dan kejurda untuk memenuhi target mencapai tiga besar nasional.

Insya Allah, kami akan bekerja keras agar Persinas Asad bisa eksis di tingkat nasional dan menyumbangkan atlet untuk event-event internasional, kata Bambang.

Pengurus harian Persinas Asad Jateng terdiri atas Ketua Umum Drs H Bambang S Upoyo Msi, Wakil Ketua Kapten (Inf) Slamet Rahardjo, Ir H Soekirman, Ir H Agus Rudi Hartono. Sekretaris Ir H Toni Subrata, Wakil Sekretaris Sutikno SPd, Sukamto Mkes. (F3-40)




Seleksi silat Praporda Persinas Asad rebut tiga kelas

Meski kehadirannya tergolong masih baru di Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Kota Pekalongan, Persinas Asad mampu merebut tiga kelas sekaligus untuk kelompok putra dalam seleksi praporda di Kota Pekalongan, hari ini. Prestasi itu diraih oleh M Arif Sugiarto kelas E (70-75 kg), Abdul Hamid kelas B (50-55) dan M Fauzi kelas D (60-65).

Kemudian tiga kelas lainnya dibagi untuk tiga perguruan silat masing-masing kelas A (45-50) direbut Sawali (Garuda Sakti) dan kelas C (55-60) direbut Agus H (Setia Hati cempaka Putih) serta kelas F (70-75) direbut Sutomo dari Setia Hati Teratai. Untuk kelas putri hanya dipertandingan kelas A, B dan C. Kelas A direbut Yuli A (Setia Hati Teratai), kelas B oleh Desi Lutfiyanto (garuda Sakti) dan kelas C (Erna Listiyanto dari Setia Hati Teratai).

Atas keberhasilan itu, sembilan pesilat itu berhak maju ke seleksi praporda tingkat Karesidenan yang diperkirakan dilangsungkan Mei mendatang di Kota Pekalongan.

Dalam pertandingan yang diikuti 15 perguruan silat di Kota Pekalongan, ternyata atlet Persinas mendapat perhatian tersendiri dari pengunjung. Betapa tidak, permainanya cukup menonjol dibanding perguruan lain. Itu terlihat ketika tiga pemain Persinas dalam final menang mutlak.

Bahkan M Fauzi (kelas D) menang TKO atas lawannya, Misyono (Garuda Sakti) yang cedera kakinya. Sedangkan M Arif dan Abdul Hamid menang mutlak. Ketiga atlet itu bisa menang telak dengan mengandalkan pukulan, tendangan dan bantingan.

Pertarungan paling keras dipertunjukkan M Arif (Persinas) saat melawan Samir Zaidi (Elang Mas). Kedua pesilat bermain keras tetapi sportif. Hanya, Samir harus mengakui keunggulan Arif atas ketrampilan menjatuhkan lawan dengan bantingan.

Sebenarnya pemain dari Elang Mas itu begitu bersemangat untuk membalas kekalahannya saat bertemu dalam final Surkarti Cup dua tahun lalu, namun pengalamannya kasih kalah, sehingga keinginan itu belum kesampaian.

Pesilat yang menyedot penonton juga dipertunjukkan Sawali dari Garuda Sakti. Dia mengalahkan Miftahul Ulu dari Madurangin dengan angka mutlak juga. Namun dalam pertandingan itu sudah diduga sebelumnya, karena sawali merupakan pemain senior di kelasnya.

Ketua IPS Kota Pekalongan, KH Ali Masyhadi menjelaskan, seleksi pesilat untuk praporda Jateng itu diikuti 76 pesilat dari 15 perguruan silat. Padahal, di Kota Pekalongan sebenarnya ada 27 perguruan. Yang memprihatinkan, ternyata peserta putrinya sangat minim, karena hanya 13 peserta untuk tiga kelas. Tiga kels lainnya tidak ada pendaftarnya.

Yang membanggakan, lanjutnya, dalam seleksi ini muncul pesilat potensial yang membuat persaingan sangat ketat. Kehadiran Persinas Asad sungguh memuaskan, karena meski keikutsertaannya dalam IPSI masih tergolong baru namun sudah mampu berprestasi. Mudah-mudahan pesilat dari Pekalongan ini nanti mampu berprestasi di Porda,'' katanya. (trias/Cn08)


Copyright ? 2004 SUARA MERDEKA

Note : Kepada SILAT ASAD Mohon Profilenya lebih lengkap

www.silatindonesia.com


Related Tags :