Pencak Silat Indonesia dalam Sea Games 2005 - Filipina



BY : O'ong Maryono

Salam pencak silat

Saya baru semalam tiba di Bangkok. Sehabis Sea Games berahir , tgl.5 Des 2006 pagi terus ke Manila , mengadakan pencak silat workshop selama 8 hari di PETA (Philippines Education Teahter Assosiation. Jika di Indonesia seperti teaher KOMA hanya jumlah anggotanya ribuan dan teather ini sangat memiliki pengaruh kuat dalam percaturan politiek di Filipina, Ferdinan Marcos jatuh karena klompok ini sangat berperan untuk membangunkan masyarakat untuk melawan dictator. Workshop berjalan lancar dan succes dan akan dilanjutkan lagi tahun depan pada bulan july.

Berita sea games khususnya team Indonesia sangat menyedihkan, dengan biaya yang tinggi menggunakan pendekatan kepelatihan individual dengan 8 pelatih. Tidak berhasil ........ Pencak silat olag raga hanya berhasil membawa pulang 2 emas saja yaitu Ronny dan Haris yg keduanya pesilat senior dan berasal dari Jawa Tengah.

Pencak Silat seni berhasil menggondol 3 emas saja. Pada hal kesehariannya pencak silat seni ini selalu didiskrimasikan dalam segala hal. Cukup dengan 5 emas IPSI membawa pulang , dengan tidak mencapai target sebanyak 6 emas sesuai dengan permintaan KONI. Padahal pelatih kepala Johansyah Lubis sudah bekoar di KOMPAS jangan kan 6 emas 8 emas kemugkinan besar pasti ditangan. Menurut pengamatan saya pesilat Indon nyalinya kecil.....sudah takut duluan dengan pesilat luar negeri. Khususnya pesilat Indon sudah
kena Vietcyndrom gemetar dan takut tidak dapat tidur mendengar nama Vietnam. Coba teman teman pikirkan bagaimana memecahkan masalah ini dominasi pencak silat Vietnam. Silahkan anda pikirkan harus kah Indonesia sebagai negara pendiri terus dapat mendominasi disegala event pencak silat.

hasil keseluruhan perolehan medali emas di Sea Games Cebu Filipinas 2005:

Class A putra dimenangi oleh Abang Erdie Faizeri (Malaysia)
Class B putra dimenangi oleh Tran Van Toan (Vietnam)
Class C putra dimenangani oleh Nguyen Ba Trinh (Vietnam)
Class D putra dimenangani oleh Ahmad Shani Bin Zailudin(Malaysia)
Class E putra dimenangani oleh Haris Nogroho(Indonesia)
Class F putra dimenangani oleh Marniel Dimia (Filipina)
Class G putra dimenangani oleh Ronny Saifullah(Indonesia)
Class H putra dimenangani oleh MOh.Imran bin Abdul Rachman(Singapore)
Class I putra dimenangani oleh Nguyen Van Hung(Vietnam)

Class A putri dimenangi oleh Le Thi Hang (Vietnam)
Class B putri dimenangi oleh Huynh Thi Thu Hong (Vietnam)
Class C putri dimenangi oleh Trinh Thi Nga (Vietnam)
Class D putri dimenangi oleh Nguyen Thi Phuong Thuy (Vietnam)

Khususnya class putri mereka sapu habis.......kemana pesilat putri Indonesia, apa mau tiduran terus atau pikir kenaikan bensin.
Saya sebagai ex pesilat Indonesia mengkritik pembinaan pencak silat di tanah air, saudara saudara pendekar di tanah air, teknik pesilat Vietnam adalah sederhana, hanya kekuatan dan stamina mereka tidak terkalahkan. Yang perlu dikagumi adalah kecepatan dan ketepatan dalam melontarkan serangan , nampak dari penampilannya tidak pernah takut maupun sangsi.
Itu yang tidak dipunyai oleh kebanyakan pesilat Indon.
Dear pendekar tolong pikirkan masa depan pencak silat Indonesia.

Ciao

O'ong Maryono
silatindonesia.com

Tanggapan dan opini
THARYANA

Salm Pencak Silat
Vietnam punya masa silam dalam peperangan yang mempu mengalahkan negara adi- daya -USA. Itu suatu spirit bangsa asia yang mempu menggulingkan negara super power, mereka yang akan membangun kemashuran reputasinya di dunia international.

Saya kira strategy atau taktik perang bangsa Vietnam hampir sama dalam Sea Games di Manila, jadi perlu belajar dari pengalaman mereka. Bahkan kalau tidak salah seorang pelatihnya dari Indonesia. Bisa dibayangkan pelatihnya akan menjadi wise man yang akan disanjung di negara Vietnam, kita perlu bangga adanya beliausebagai misi bangsa yang mampu menebarkan ilmu silat karenanya.

Bangsa Indonesia yang ciut sebelum tempur, baru mendengar nama pesilat Vietnam, seharusnya dihilangkan sifat yang demikian itu, dalam arti lain
sudah mengurangi beberapa persen saja tenaganya (dalam arti luas konsentrasinya hilang untuk bertanding).

Padahal dari kaca-masa kita dari USA toh mereka saudaranya juga kalah menang anggap saja silaturahmi. Masalah biaya cukup besar untuk melatih seorang atlit anggap saja bukan jadi persoalan toh yang nanggung negara kita yang kaya.

Kembali kejaman Yunani pesta olah raga diperuntukan untuk seni olah tubuh bagi kaum- kaum yang kaya / bangsawan dengan acara ritual yang sangat menarik di dojo Acropolis dan Delphy saya sempat mengunjungi dua tempat tersebut di Greek.Yang sekarang menjadi pesta olah raga Olimpiade antar kentinen, untuk Asia Sea Games adalah peniruan dari pesta para olah-gerak, seni-gerak berupa gulat dll. yang persiapanya penuh ritual menurut mitos Yunani, demikan juga dalam presentasinya.

Saya dengar pesilat pd juga gagal yang diwakili dari Bali, belajarlah dari pengalaman orang lain, menimba ilmu tidak akan pernah habis walaupun sampai badan kita sudah dekat ke bau tanah. Amin......Bukan - kalah dan menang yang penting silaturahmi bukankah itu tujuan akhir dari pesta olah raga. Kalau ada diskriminasi dari oknum tertentu yang namanya manusia punya empat sifat emosi seunneu-taneuh-cai-
hawa, artinya dia belum ngerti apa arti silaturahmi.

Salam Yana
www.silatpdusa.com

From: yanweka Date: Sun Dec 18, 2005 11:17 pm
Subject: Re: MInta kabar terakhir Kejuaraan silat di Filipina

Kami mengucapkan terima kasih atas infonya Pak Oong yang secara langsung mengikuti kegiatan Sea Games di Filipina beberapa waktu lalu.

Sayang IPSI tidak menyediakan kami tiket untuk menyaksikan secara langsung kejuaraan Sea Games di Filipina he he he he. ( Bisa tidak
ya?.???)

Melihat penampilan atlit Silat Indonesia yang kurang bagus akhir-akhir ini terutama pada kejuaraan di tingkat international sebenarnya hati kita ikut sedih dan prihatin, ada fenomena apakah di atlit-atlit kita.

Melihat latihan meraka sesungguahnya meraka sdh di siapkan baik fisik dan mental, bila hanya melihat atlit Vienam saja sdh gentar, tentu ada tanda tanya besar yang semestinya harus di telaah lebih
baik, apakah atlit hanya di jejeli / di ajarkan materi teknik semata dan melupakan aspek mental ?

Padahal bertanding mental yang prima merupakan modal utama dibandingkan teknik yang bagus. Sebangus teknik atlit tersebut bila mentalnya kurang, hasilnya tentunya adalah kosong.

Dewasa ini Pembinaan Terhadap atlit yang dilakukan oleh IPSI terutama saat TC / Training center seperti apa?

Tentunya kita juga harus mengetahui kwalitas dari atlit tersebut, apalagi di terjunkan untuk membela nama bangsa, baru melihat penampilan atlit vietnama saja sdh gentar sebaiaknya atlit tersebut
tidak usah di ikutkan pada kejuraan yang akan datang.

Atau jangan-jangan IPSI sdh tidak memiliki Atlit yang bagus lagi krn kurangnya SDM, Hahaha ini mungkin saja, karena perhatian IPSI terhadap Kegiatan silat di Indonesia seperti tidak terprogram dengan
baik.

Kalau hanya jago kandang tentu semua orang bisa, namun seharusnya jadilah ATLIT yang sesunggunya. Memang TIDAK mudah, sayapun merakananya, namun sekali lagi IPSI harus berani memilih Atlit yang
berjiwa Pendekar.

BTW, Ok Untuk IPSI lain kali belajarlah terbuka ada apa dengan Tubuhmu yang gembul itu. Kita mengkritik bukan karena benci tapi Karena saya sayang kami terhadap pencak silat.

Oke IPSI selamat bekerja lebih baik lagi, Salam Indonesia, semangat Terus...:)

www.silatindonesia.com


Related Tags :