Padepokan Pencak Silat 2006



Melihat dari dekat kegiatan di Padepokan Nasional Pencak Silat Indonesia yang berlokasi di Kawasan TMII Jakarta, salah satu koresponden situs Silatindonesia.com menyempatkan berkunjung kepadepokan tersebut sekedar melihat-lihat suasana dan kegiatan-kegiatan dihari minggu pagi.

Pagi ini saya sengaja datang agak siang kepadepokan, dahulu waktu masih aktif di pencak silat saya sering berkunjung dipagi hari untuk berlatih bersama kawan-kawan, dengan bermodalkan sepada motor butut namun semangat kami pada waktu melebihi semangat altit nasional yang berlatih tidak jauh dari tempat kami berada.

Walaupun tidak mendapatkan tempat yang layak seperti atlit-atlit yang sedang berlatih, namun tempat ini menjadi tempat paling favorit bagi kami berlatih. Dengan beralaskan rumput tepat didepan gedung perpustakaan yang setiap minggu selalu tutup, walaupun kadang-kadang ada niat untuk sekedar mengintip melalui kaca jendela untuk melihat ada apa didalam sana.

Lamunan masa lalu membuatku sedikit bersemangat kembali, ingin mengetahui sejauh mana perkembangan Padepokan dengan segala fasiltas yang katanya untuk membinaan atlit-atlit nasional maupun International, sayang kami bukan dari kedua-duanya jadi tidak pernah menikmati matras yang empuk, hotel yang enak dan segala fasiltas yang ada.

Pagi ini beberapa pesilat dari sebuah perguruan menempati ruang yang cukup enak dengan alas matras yang empuk, tentunya sangat tepat buat berlatih tanding, dilokasi lainnya ada juga salah satu perguruan yang tak asing lagi buat saya.

Saya memberanikan diri mendekat dimana mereka berlatih, jabat-tangan mewarnai perkanalan saya ditengah-tengah mereka yang saat itu sedang berlatih.

Adalah Pak Awang yang kebetulan sedang melatih beberapa siswa silatnya, ditengah-tengah istirahat saya sempatkan berbincang-bincang dengan beliau, terutama mengenai perkembangan pencak silat KPS Nusantara dan pencak silat secara umum.

Pencak silat secara umum saat ini memang tidak semarak seperti dahulu, namun bagi KPS Nusantara jumlah pesilat bukanlah standar mutu bagi perkembangan silat itu sendiri, saat ini KPS Nusantara memiliki Jumlah pesilat sekitar 700 orang untuk DKI Jakarta, Ujur Pak Awang. Namun kenyataan bahwa silat sulit dikembangkan di sekolah-sekolah ternyata menjadi topik utama pembicaraan kami kali ini, walaupun dilihat dari media massa pemerintah mendukung kegiatan pencak silat terutama di sekolah, namun masih terdapat beberapa sekolah Negeri yang jelas-jelas menolak kegiatan silat di sekolahnya.

Hal ini menjadi perbincangan yang cukup seru antara saya, Pak Awang dan juga Pak Nur yang menjabat sebagai Litbang Kps Nusantara saat ini.

Hasil akhir kesimpulan yang bisa saya tanggkap adalah, perlunya sosialisasi kembali kegiatan silat disekolah kepada kepala sekolah terutama sekolah-sekolah negeri, karena kurangnya informasi menyebabkan silat sulit masuk sebagai kegiatan estrakulikuler disekolah-sekolah di DKI Jakarta.

Catatan lain adalah bahwa pencak silat harus mendapatkan dukungan Positif dari pemerintah, karena tanpa adanya dukungan pemerintah mungkin pencak silat akan semakin tertinggal, karena subsidi kepada pencak silat sangat diperlukan karena mengingat pencak silat membawa misi seni dan budaya Indonesia.

Penulis : Yanweka

www.silatindonesia.com


Related Tags :

 

Forum Sahabat Silat