Keluarga Silat PRO PATRA



SEJARAH DAN PERKEMBANGAN

Perubahan jaman membuat manusia tidak mampu lagi mengikuti pendidikan yang memakan waktu sangat lama. Manusia modern tidak lagi bisa memusatkan seluruh perhatiannya pada ilmu silat, sebab banyak kewajiban lain yang harus ditanggung, pada keluarga, masyarakat, dan negara. sehingga hanya tinggal sedikit tenaga, perhatian, dan waktu yang tersisa untuk belajar ilmu bela diri.

Untuk menyesuaikan dengan perubahan jaman ini, Ikatan Keluarga Silat PRO PATRA yang berdiri pada tahun 1971 berhasil meramu progra ilmu bela diri dengan bersandar keahlian dan ilmiah. Program ilmu PRO PATRIA terdiri dari ilmu silat tangan kosong dan ilmu silat bersenjata. Pelajaran diberikan secara berjenjang yang setiap jenjangnya merupakan kesatuan ilmu yang utuh dan mandiri karena telah mencakup semua segi dalam ilmu silat. Dan setiap jejang diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.

IKS PRO PATRIA berawal dari latihan intern dikalangan keluarga. PRO PATRIA bersumber dari ilmu bela diri Shaolin. Melatih ilmu kung fu keras Way Tan Kung Fu, dan kung fu lunak Nui Tan Kung Fu. Ilmu PRO PATRIA merupakan gabungan dari dua lairan besar kung fu Shaolin Utara dan aliran Selatan.

PRO PATRIA, sebagai ilmu kung fu Marga Lie, telah dipraktekkan secara turun temurun oleh pendekar Lie Gun Yin yang keudian diturunkan kepada V. Lie Kuang Hwa (Ketua Dewan Guru). PRO PATRIA berdiri pada bulan Oktober 1971. Pada saat berdirinya PRO PATRIA bernama Ikatan Keluarga Kuntauw Pro Patria. PRO PATRIA berasal dari bahasa Latin yang berarti Cinta Tanah Air/Bangsa.

PRO PATRIA mendapat ijin resmi melaksanakan latihan mulai tanggal 14 April 1972, setelah diterima menjadi anggota IPSI cabang Madiun, Jawa Timur. Nama Kuntauw pun diubah menjadi Silat, tanpa mengubah hakikat ilmu bela diri yang dimiliki PRO PATRIA. Jadi PRO PATRIA resmi menjadi anggota IPSI cabang Madiun tanggal 11 Juni 1975, dangan nama 'IKATAN KELUARGA SILAT PRO PATRIA'.

PENGEMBANGAN ILMU

Ilmu bela diri PRO PATRIA disusun oleh pendirinya Suhu V. Lie Kuang Hwa secara ilmiah dan memperhatikan kepraktisan dengan tetap bersendi pada kungfu (hasil latihan yang serius dan tekun). Ilmu yang diajarkan telah diramu sedemikian rupa hingga merupan perpaduan kung fu shaolin utara dan selatan sesuai asalnya. Berbagai latihan tersebut dimaksudkan untuk melatih empat aspek penting yang meliputi Bela Diri (melindungi diri dan orang lain), Olah Raga (untuk kesehatan dan kebugaran), Seni (untuk keindahan gerak yang terpadu dan dihayati dengan benar), dan Mental (ketekunan, kesabaran, ketenangan, keuletan, dan kebijaksanaan). Oleh karena itu, demi tercapainya tujuan tersebut setiap warga PRO PATRIA akan mulai latihan berturut-turut dari tingkat yang paling dasar hingga benar-benar matang untuk menjadiseorang pendekar.

Sejalan dengan bertambahnya usia perguruan ini dan menyesuaikan kebutuhan warganya, PRO PATRIA pun terus berkembang. Bagi PRO PATRIA, bela diri tidak lagi hanya bermakna kemampuan membela diri seperti mengelak, menangkis, dan jika perlu membalas serangan lawan, tetapi juga membela diri secara utuh seperti kemampuan menangkal penyakit dan atau penyembuhannya. Ilmu pernafasan yang sejak awal diberikan ke pada warganya adalah salah satu contoh ilmu pernafasan yang dimiliki PRO PATRIA yang mampu memelihara diri mereka dari berbagai serangan dari luar dirinya. Berbagai hasil latihan telah dirasakan oleh banyak warga, dari penyembuhan sakit sesak nafas, migrain, rematik, gangguan tekanan darah, dan masih banyak lagi.

www.silatindonesia.com