CAPITA SELECTA PENCAK SILAT



Berbagai tema klasik menyangkut Pencak Silat selalu menarik untuk dibahas dan dijadikan bahan diskusi. Untuk itu, terlepas judul di atas tepat atau tidak, saya akan coba menyajikan berbagai fenomena menarik terkait dengan Pencak Silat. Tulisan ini banyak dipengaruhi oleh pendapat para sahabat dalam forum diskusi sahabat silat (http://sahabatsilat.com) dan millis silat indonesia (silatindonesia@yahoogroups.com) , selanjutnya akan disebut fodis SS dan millis.


DEFINISI DAN SEJARAH PENCAK SILAT


Membuat definisi tentang pencak silat bukan lah persoalan yang mudah, setiap orang, praktisi silat, pendekar, terutama para sesepuh pencak silat akan menyajikan beragam definisi tergantung latar belakang silat yang ditekuninya dan pengalaman yang dimilikinya. Asal kata pencak silat sendiri adalah paduan dari dua kata yaitu Pencak dan Silat. PENCAK berasal dari kosa kata masyarakat dengan kultur/budaya Jawa, sedang kan SILAT ada yang mengatakan berasal dari kata SILEK yang digunakan oleh masyarakat Minangkabau (Sumatera Barat)


Pencak Silat adalah nasionalisasi frasa yang merujuk pada teknik dan seni bela diri asli Indonesia, sedangkan beberapa daerah di Indonesia memiliki sebutan sendiri untuk penamaan seni bela dirinya. Masyarakat Jawa Barat (Sunda/Pasundan) menyebut nya MAENPO, masyarakat Betawi menamakan MAEN PUKULAN, di masyarakat Minang dikenal sengan SILEK sebagai mana disebut di atas, dan Pencak dikalangan masyarakat dengan kultur Jawa. Entah ada hubungan nya atau tidak, para pemain lenong di Betawi disebut PANJAK LENONG.


Pencak silat adalah seni bela diri khas Indonesia, merujuk pada tata kaidah gerak dan filosofi pertahanan dan menyerang. Unsur seni nya tampak pada gerakan yang indah bahkan kadang lemah gemulai dan bisa dimainkan dengan iringan musik yang khas.


BELAJAR PENCAK SILAT


Ada du acara untuk mempelajari Pencak Silat (selanjutnya akan ditulis “silat”) :


1. Mendaftar untuk menjadi murid dari suatu perguruan silat; ada banyak sekali perguran silat di Indonesia. Perguruan silat di sini bisa merupakan perguruan yang terorganisir rapi dengan banyak cabang di pelbagai daerah seperti Perisai Diri, Merpati Putih, SHT, dll. Perguruan silat lokal seperti Beksi, Mustika Kwitang (Jakarta), Silat Bandrong (Banten), Cimande, Cikalong (jawa Barat) dll. Ada pula aliran silat yang belum berbentuk perguruan seperti Cingkrig (Betawi).


2. Di samping itu belajar silat bisa juga langsung ke pada guru silat. Ini kebanyakan untuk aliran-aliran silat tradisional, yang proses pembelajarannya merupakan interaksi pribadi antara guru dan murid.


 


Yang terpenting untuk diperhatikan adalah belajar silat harus diniatkan sungguh-sungguh untuk menguasai teknik, jurus, langkah, aplikasi, kaedah dan filosofi nya. Apabila belajar silat dengan tujuan sementara saja, dalam arti hanyauntuk sekedar bisa “berkelahi”, maka tidak perlu belajar silat. Karena kalau sekedar bisa berkelahi, asalkan badan sehat dan kuat, lincah dan cerdik cukuplah. Apalagi bermodalkan senjata api, lebih hebat lagi.


Belajar sialt harus lah dengan niat yang tulus untuk melestarikan dan mengembangkan silat, memahami filosi nya, nilai-nilai luhur nya dan manfaatnya untuk masyarakat luas. Dengan demikian cita-cita untuk menjadikan silat sebagai gaya hidup bangsa, identitas nasional dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri Insyaallah akan tercapai.


 


UNTUK APA BELAJAR SILAT?


 


Pertanyaan ini bisa mengundang beraneka ragam jawaban, tergantung sudut pandang orang yang menjawabnya. Sebagai gerak badan, orang bisa belajar silat untuk tujuan kesehatan; sebagai sebuah karya seni seseorang bisa belajar silat sekedar untuk mengapresiasi keindahan gerak dan gaya pencak silat. Sebagai sebuah karya adiluhung nenek moyang, pencak silat perlu dilestarikan dan dikembangkan, dalam hal ini kita belajar silat dengan tujuan pelestarian budaya. Pencak silat pada dasarnya tidak terpisahkan dari ajaran moral dan pembentukan perilaku yang baik/kesatria, di sini tujuan berlatih silat juga untuk membentuk pribadi yang berakhlak baik, bermental baik dan berjiwa kesatria. Unsur utama yang menonjol dari pencak silat adalah BELA DIRI, di sini umum nya tujuan orang berlatih silat adalah untuk membela diri dari serangan dan kejahatan pihak lain. Masih banyak lagi tujuan dari belajar dan berlatih silat; untuk menambah kawan, menjalin silaturahmi, untuk prestasi dalam kejuaraan, dll. Semua tujuan itu adalah baik dan sah-sah saja sepanjang dilandasi oleh niat yang baik pula.


 


KESAN NEGATIF PENCAK SILAT


 


Tidak dapat dipungkiri saat ini masih ada kesan negatif yang melekat pada pencak silat, antara lain :


1. Silat identik dengan kekerasan : SEMUA BELA DIRI PASTI MENGANDUNG KEKERASAN


2. Silat identik dengan klenik : INI PEMAHAMAN YANG SALAH KAPRAH, silat adalah gerak badan, gerakan anggota badan yang kasat mata. Doa dan amalan yang biasa dilakukan sebelum berlatih silat pada dasarnya adalah bagian dari unsur spritualitas dalam silat. Bahwa silat berasal dari budaya bangsa yang bersifat relijius, doa adalah kewajiban. Mistik dan klenik sebenarnya hal yang terpisah dalam silat, kalaupun tampaknya menyatu itu karena faktor dari pelaku nya sendiri. Anda ingin berlatih silat atau belajar klenik? Silakan pilih sendiri.


3. Silat itu kampungan : SILAKAN LIAT DAN BERKENALAN DENGAN PARA SAHABAT DARI SILATINDONESIA.COM. Bahkan pesilat metroseksual pun ada di sini.


4. Silat itu kampungan : BAHKAN AHLI BELA DIRI DARI LUAR NEGERI PUN KINI SANGAT MENGHORMATI PENCAK SILAT. Kenapa kita malah merendahkannya?


5. Berbagai kesan negatif lainnya mungkin masih banyak, tapi saya yakin bahwa semua itu akan hilang dengan sendiri nya ditelan jaman


TEKNIK, JURUS DAN SENJATA DALAM SILAT


TEKNIK,


Teknik adalah teknik menyerang, menghindar dan bertahan. Teknik ini akan sangat banyak ragam dan variasi nya tergantung aliran, perguruan, daerah penyebaran, dll nya.


JURUS


Jurus adalah tata gerak, pola gerak dan langkah dalam silat, termasuk bentuk badan, kuda-kuda, posisi tangan dan kaki yang membentuk pola serang dan hindar


SENJATA


Senjata dalam silat sangat banyak jenis dan macam nya mulai dari pisau, golok, pedang, toya, clurit, keris, kujang dll. Bahkan kain sarung bisa menjadi senjata dan senjata adalah kepanjangan tangan dari seorang pesilat


KEMBANGAN DALAM SILAT


Dalam forum diskusi sahabat silat, telah dibahsa mengenai kembangan dalam silat, dapat disimpulkan bahwa kembangan dalam silat bisa memiliki dua pengertian :


1. Dalam mean pukulan betawi, kembangan adalah jurus/langkah yang dilatih sebelum melatih sambut/aplikasi. Biasa disebut : “itu baru kembangannye doang”


2. Kembangan bisa juga berarti ibingan dalam pencak silat sunda/maenpo. Kembangan adalah jurus yang dimainkan sebagai tarian dan diiringi musik khas kendang pencak


TREND PERKEMBANGAN PENCAK SILAT KE DEPAN


Ke depannya pencak silat diharapkan dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri, menjadi sebuah gaya hidup dikalangan generasi muda, dan memiliki slogan : ANDA BELUM MENGENAL INDONESIA KALAU BELUM MENGENAL PENCAK SILAT. Untuk itu diharapkan para pecinta dan pelestari pencak silat Indonesia bersatu padu, segerak seirama dalam mewujudkan tujuan yang mulia ini. Dengan adanya komunitas sahabat silat, komunitas pecinta silat, millis silat indonesia, blog silat dll diharapkan promosi dan kampanye cinta silat perlahan-lahan akan menuai hasil yang diharapkan..


Wabillahi taufik wal hidayah


-ocd-


Related Tags :