Pencak Silat di Asian Beach Games (ABG)



Penyelenggaran Asian Beach Games (ABG) pertama kali yang diadakan di Bali tahun ini hanya menyertakan satu olahraga khas Indonesia yakni pencak silat. Namun, karena terkait dengan olahraga pantai, pencak silat itu dipertandingkan di atas hamparan pasir."Potensi pencak silat besar dan kali ini kita tuan rumah," kata Rita Subowo, Ketua Umum KONI dalam acara penandatanganan kerja sama sponsor antara pihaknya dan Samsung, Jumat (26/9).

Lebih lanjut Rita mengungkapkan, penentuan masuknya pencak silat di dalam ABG kali ini haru melewati perdebatan sengit di Komite Olimpiade Asia. "Pencak silat susah masuknya, tapi kita tetap berupaya agar pada ABG berikutnya di Oman dan China pencak silat tetap bisa ikut," imbuh Rita.






Indonesia  berhasil menyumbang 2 medali emas pertama di pelaksanaan Asean Beach Games (ABG) Bali, memasuki hari kedua Minggu (19/10) emas pertama disumbang dari cabang olahraga pencak silat. Dua medali emas dari pencak silat yang dilombakan di kawasan tepi Pantai Nusa Dua, berasal dari nomor perorangan putera dan double putri





Untuk emas putera disumbangkan oleh GUSTI NGURAH ARYA YUDHA PANDITA asal Bali, sementara emas kedua disumbang atlet SANG AYU KETUT SIDANG-NYI MADE DWI YANTI.

ARYA YUDHA PANDITA meraih medali emas sesudah mengumpulkan poin terbanyak sebanyak 457. Ini mengalahkan atlet dari Vietnam dan Brunei Darussalam. Sementara pasangan SANG AYU-NYI MADE ini mengalahkan pasangan putri dari Vietnam dan Malaysia.



Pasangan Sang Ayu Ketut Sidan/Ni Made Dwiyanti, Minggu (19/10) berhasil meraih medali emas Asian Beach Games (ABG) di cabang pencak silat nomor seni atau penampilan ganda putri."Terus terang ini merupakan penampilan pertama kami pada event internasional," ujar kedua pasangan itu usai meraih emas di Tanjung Benoa, Kuta Selatan Kabupaten Badung, Bali.

Baik Sidan maupun Dwiyanti mengatakan, untuk masuk ke pelatnas ABG ini, mereka harus bersaing dengan atlet senior yang meraih medali emas SEA Games 2007, yakni Wulandari dan Sutri.

Mereka juga ikut seleksi untuk masuk pelatnas ABG selama tiga bulan ini, Sang Ayu dan Dwiyanti yang sama-sama kelas 3 SMA itu berhasil menyisihkan sang senior.

"Terus terang emas ini saya persembahkan untuk Indonesia, Bali, dan perguruan Silat Bakti Negara yang telah mendidik kami menjadi seperti ini," imbuha keduanya.




Pelatih Pencak Silat Pantai Oyong Karma Yuda hanya menjelaskan pihaknya belum mengalami kendala berarti menghadapi event di pantai. Dia hanya menginstruksikan kepada anak asuhnya lebih keras dalam berlatih.

Keinginan Oyong memberikan porsi latihan tambahan disebabkan posisi kuda-kuda di pantai sedikit berbeda.

"Peraturan di pantai tidak berbeda dengan biasanya, tapi anak-anak harus lebih memerhatikan kuda-kuda mereka saat bertanding. Biasanya, posisi mereka akan mengalami perubahan saat berada di pasir sedalam 20 cm," kata Oyong.

Di luar itu, pihaknya tidak mengkhawatirkan masalah lain seperti ancaman kecurangan lawan dengan menggunakan pasir sebagai senjata. Sebab, selain diperbolehkan menggunakan kacamata, pesilat Indonesia telah mengantisipasi masalah tersebut.

Dia hanya berharap anak asuhnya tak boleh gegabah karena peta kekuatan pencak silat di Asia terbilang merata. Apalagi, negara kuat di pencak silat seperti Malaysia, Vietnam, dan Singapura telah berada di Bali sebagai proses adaptasi sebelum bertanding.

Mereka kemungkinan akan menjadi ancaman kami, tapi kami bertekad akan mempertahankan target dalam delapan nomor yang akan dipertandingkan nanti," ujar Oyong yang masih mengharapkan dua negara Jepang dan Uzbekistan akan bergabung.

Peserta yang ambil bagian di cabang pencak silat ABG terdaftar sebanyak tujuh negara. Mereka adalah Malaysia, Vietnam, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, dan tuan rumah Indonesia.




source :
Dari ragam sumber dam members yang Ikut di Ke BALI


Related Tags :