Peresmian Asosiasi Pencak Silat di Tunisia



Sebagai tindak lanjut dari MoU Kerjasama Pemuda dan Olahraga RI-Tunisia yang ditandatangani pada Sidang Komisi Bersama ke-9,tanggal 9 Juni 2008 di Tunis,KBRI Tunis berniat mengembangkan pencak silat dengan membentuk Association Tuniso – Indonesianne de Pencak Silat ( Asosiasi Pencak Silat Tunisia – Indonesia / ATIPS ) dan memproyeksikan Tunisia sebagai pusat pengembangan pencak silat di benua Afrika. ATIPS tersebut telah diresmikan oleh Bapak Menlu RI, pada tanggal 9 Juni 2008 di Wisma Duta KBRI Tunis.



Di sela-sela tugas memimpin Sidang Komisi Bersama ke-9 RI-Tunisia di Tunis, tanggal 9 Juni 2008, Menlu RI mengadakan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Tunis sekaligus meresmikan berdirinya Association Tuniso - Indonésienne de Pencak Silat (Asosiasi Pencak Silat Tunisia – Indonesia / ATIPS) di Wisma Duta RI. “Pelatihan seni beladiri asli Indonesia ini bisa menjadi sarana soft power diplomacy, serta merupakan sarana people to people contact untuk lebih memperkenalkan Indonesia lebih dekat “, demikian papar Menlu.




Kegiatan pencak silat yang dipelopori oleh KBRI Tunis ini adalah untuk membangun persahabatan, terutama dalam bidang kepemudaan dan olahraga antara Indonesia dengan masyarakat Tunisia maupun masyarakat dari negara lainnya yang sedang berada di Tunis, khususnya para mahasiswa mancanegara yang sedang belajar di Tunis.




"Pengembangan pencak silat Indonesia di Tunisia merupakan bagian dari diplomasi budaya", demikian ungkap KUAI RI Tunis, Chandra Hasan.




Tercatat sejak dimulainya latihan empat bulan yang lalu, telah ikut belajar seni bela diri asli Indonesia tersebut, para mahasiswa dari Tunisia, Senegal, Turki, Pantai Gading, Burkina Faso, Nigeria, Niger, Benin, Togo, Rusia dan Indonesia.




Untuk mendukung kegiatan ATIPS, KBRI Tunis menyediakan fasilitas latihan pencak silat di kantor KBRI, serta mendorong seni beladiri tersebut sebagai bagian ekstrakulikuler olahraga di salah satu Perguruan Tinggi tertua di dunia, Universitas Ezzitouna Tunis, yang merupakan tempat sebagian besar mahasiswa Indonesia menuntut ilmu.




Sebagai salah satu upaya memperkenalkan pencak silat sebagai budaya Indonesia kepada masyarakat Tunisia dan internasional, KBRI Tunis akan menampilkan pencak silat dalam partisipasinya pada berbagai festival budaya di Tunisia. Direncanakan pencak silat akan ditampilkan pada Festival Aoussu (Festival Dewa Laut) di kota wisata utama Tunisia, Sousse yang setiap tahunnya dikunjungi oleh tiga juta wisatawan terutama dari Eropa. Festival tersebut merupakan satu-satunya festival budaya di Tunisia yang dibuka langsung oleh Presiden Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali. Pencak silat sangat terkait dengan budaya Indonesia dan dapat ditampilkan dengan menggunakan instrumen musik tradisional Indonesia sehingga pencak silat dapat menjadi tontonan kesenian menarik yang sangat potensial bagi promosi budaya Indonesia. (Sumber: Kemenegpora, Deplu RI, KBRI Tunisia)





Related Tags :